Waktu Penyelesaian Barang Kiriman di Batam Terus Dijaga

Batam, (22/02/2021). Di tengah situasi pandemi Covid-19, Bea Cukai Batam tetap konsisten memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa, terlebih terkait pelayanan barang kiriman. Hal tersebut terlihat  dari naiknya target Bea Cukai Batam, dalam penyelesaian proses kepabeanan barang kiriman, yakni 1,6 hari pada tahun 2020 menjadi 1,58 hari di tahun ini.

“Kami sampaikan juga data pada bulan Desember 2020, rata-rata waktu penyelesaian proses kepabeanan barang kiriman berhasil mencapai waktu layanan sebesar 0,67 hari dengan jumlah dokumen 9.580 Jalur Merah dan 618.346 Jalur Hijau,” ujar Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai,  Dwi Jogyastara.

PMK-199 Tahun 2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Barang Impor Kiriman menuai banyak respon dari masyarakat terkhusus masyarakat Batam. Hal yang paling menjadi sorotan adalah perubahan batas pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari yang sebelumnya sebesar USD 75 menjadi USD 3 per barang kiriman. Aturan tersebut ditetapkan bukanlah tanpa alasan, namun untuk melindungi kepentingan nasional, seiring meningkatnya volume impor barang melalui mekanisme barang kiriman dan tentunya untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

 “Terkait penerimaan, Bea Cukai Batam sudah merealisasikan sebesar 52,7 Milyar pada bulan Januari 2021,” ujar Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan, Akbar Harfianto.

Bea Cukai Batam berharap bahwa dengan adanya PMK-199 ditambah platform BLE bisa berdampak positif pada perbaikan dan peningkatan pelayanan proses kepabeanan barang kiriman menjadi semakin cepat dan mendukung industri untuk Indonesia makin baik.