Tingkatkan Sinergi Penanganan COVID-19, Tiga Pejabat Bea Cukai Batam Ditetapkan Menjadi Anggota Satuan Tugas

Batam (26/9) – Berlokasi di Ruang Rapat Hang Nadim, Lt. 4 Kantor Walikota Batam, Yusfa Hendri selaku Asisten Pemerintahan dan Kesehjateraan Rakyat memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 di Kota Batam. Ada tiga agenda utama yang dibahas dalam rapat ini yaitu evaluasi penanganan COVID-19, pembentukan satuan tugas penanganan COVID-19 serta laporan perkembangan COVID-19 di Kota Batam. Rapat ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintahan di Kota Batam. Hadir juga Undani selaku Kepala Seksi Layanan Informasi sebagai perwakilan Bea Cukai Batam.

“Pada momentum ini kita harus saling memperbaiki dan melaporkan perkembangan COVID-19 di Batam agar kondisi semakin membaik. Saya harap juga setiap anggota bisa melakukan diskusi-diskusi mandiri dari masing-masing bidangnya.” ujar Yusfa dalam kata sambutannya.

Pembentukan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Kota Batam merujuk kepada Pasal 12 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19 dan angka 2 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/5184/AJ tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

Berdasarkan Keputusan Walikota Batam Nomor KPTS.369/HK/IX/2020 tanggal 22 September 2020 ada tiga pejabat Bea Cukai Batam yang ditetapkan menjadi anggota Satuan Tugas Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan yaitu Koen Rachmanto yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum, Isa Ramadhan yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pabean dan Cukai II dan Tri Lukita Adi yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen I.

Selama tahun 2020, Bea Cukai Batam telah mengeluarkan 7 keputusan pemberian fasilitas pembebasan fiskal terhadap barang-barang kebutuhan penanganan COVID-19 yang dikeluarkan dari Batam ke daerah di Indonesia lain seperti masker dan alat pelindung diri (APD) dengan nilai transaksi mencapai 8,3 milyar rupiah.

Kegiatan-kegiatan lain juga terus dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Batam. Penertiban masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di tempat umum telah dilakukan secara rutin 8 kali dalam satu bulan oleh Satpol PP Kota Batam, penyediaan rumah susun untuk karantina warga yang tertular virus juga telah disediakan oleh BP Batam, selain itu penyediaan pemakaman pasien yang meninggal akibat COVID-19 juga telah disiapkan oleh Dinas PUPR Kota Batam.

Pemerintah Kota Batam melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 berkomitmen akan terus melakukan koordinasi antar bidang dan rapat evaluasi bersama seluruh jajaran anggota satuan tugas ini sampai kondisi COVID-19 di Indonesia khususnya di Kota Batam normal kembali.