Tingkatkan Level Pengembangan BLE, Bea Cukai Batam Kolaborasikan G2B2B dengan Private Sector

Batam (28/1) – Guna meningkatkan level pengembangan Batam Logistics Ecosystem (BLE), Bea Cukai Batam adakan kegiatan Focus Group Discussion Kolaborasi Government to Business to Business (G2B2B) dengan Private Sector pada Kamis, (28/1).

Kegiatan ini melibatkan banyak pihak mulai dari sektor pemerintah, perusahaan forwarder, himpunan dan asosiasi, perusahaan pengembangan IT hingga perbankan. Pada kegiatan ini juga semua pihak yang terlibat saling menguatkan satu sama lain demi terciptanya ekosistem logistik yang baik di Batam.

“BLE bukanlah suatu hal yang dapat berdiri sendiri, tidak hanya satu atau dua Lembaga saja yang bergerak tapi kita semua harus ikut terlibat dalam pengembangan BLE ini dan harus saling berkolaborasi dalam penataan ekosistem logistik di Indonesia,” ucap Susila Brata.

Dalam pengembangan BLE terdapat empat pilar penguatan. Ke-empat pilar tersebut adalah integrasi layanan pemerintah, kolaborasi sistem dengan pihak swasta, sistem pembayaran, dan penataan infrastruktur pelabuhan.

Kepala Subdirektorat Pengendalian Keamanan Informasi, Manajemen Layanan, dan Evaluasi, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, Yan Inderayana mengatakan bahwa Bea Cukai terus melakukan simplifikasi, menghilangkan reduksi, dan melakukan standarisasi terhadap layanan-layanan yang akan dihadirkan dalam penerapan BLE nantinya.

Rencana pengembangan BLE selanjutnya lebih berfokus pada sistem teknologi informasi serta manajemen kinerjanya, penguatan keamanan dan pengembangan API serta memperkaya fitur dan layanan yang ada. Dengan demikian BLE akan menjadi platform berstandar internasional yang dapat memudahkan para pelaku logistik di Batam.

Perbaikan infrastruktur pelabuhan juga terus dilakukan. Pemasangan auto gate system di Pelabuhan Batu Ampar telah dilakukan untuk mempercepat proses keluar masuknya sarana pengangkut kontainer. Ke depannya Pelabuhan Batu Ampar diharapkan mampu menjadi pelabuhan Green Port berstandar internasional.

Pengembangan sistem otomasi yang saling terintegrasi akan memudahkan para pelaku logistik dalam mengawasi kegiatan dan lalu lintas barang yang dimiliki. Salah satunya adalah sistem trucking yang ada di dalam BLE. Dalam sistem ini terdapat QR Code dan Gate Pass yang secara otomatis akan merecord data sarana pengangkut darat yang keluar atau masuk pelabuhan.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan stakeholder terkait metode pembayaran dalam BLE, bank Mandiri hadir untuk menjadi provider pembayaran dengan mekanisme 24 jam penuh. Hal tersebut akan memudahkan pada stakeholder.Nantinya stakeholder hanya perlu membayar satu kali saja tetapi mencakup keseluruhan pembayaran dalam penanganan logistik.

Selain itu, Bea Cukai Batam juga menggandeng platform AITI LOG yang merupakan produk asli Batam. Platform ini akan mencatat transaksi secara real-time dan sudah bekerjasama dengan shipping owner dan truck owner.

“Saya apresiasi kepada Bea Cukai Batam, BP Batam dan semua yang terlibat di mana kebijakan ini. Karena ini merupakan suatu kemajuan buat kami dan diharapkan berguna untuk perkembangan dan pembangunan di Batam,” ucap Ketua INSA Batam, Usman Hasyim.

Semua peserta kegiatan Focus Group Discussion Kolaborasi Government to Business to Business (G2B2B) dengan Private Sector berkomitmen akan terus saling mendukung. Berbagai penyempurnaan akan terus dilakukan sehingga penataan ekosistem logistik di Batam berjalan dengan baik.