TPS Online dan Autogate System Online Pelabuhan Batu Ampar Telah Diuji Coba, Siap Dukung Implementasi Batam Logistic Ecosystem

Batam, (15/01/2021). Batam Logistic Ecosystem sebagai sebuah platform yang menjadi solusi atas permasalahan logistik di wilayah Batam tentu memerlukan infrastruktur yang memadai agar dapat diimplementasikan dengan efektif.

Infrastruktur yang diperlukan di antaranya Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online dan Autogate System Online (AGS). Kedua infrastruktur tersebut sudah dilakukan uji coba pada Selasa, 12 Januari 2021 di Pelabuhan Batu Ampar.

“Telah dilaksanakan uji coba sistem CEISA TPS Online, Sistem IT TPS Badan Usaha Pelabuhan, Autogate System Online berhasil berjalan baik,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata.

Uji coba tersebut dilaksanakan oleh perwakilan Bea Cukai Batam, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, BP Batam, dan instansi terkait.

“Pelaksanaan uji coba juga menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari sisi government maupun bussiness,” tambah Susila.

Selain uji coba, Bea Cukai Batam dan Badan Pengusahaan Batam juga telah melakukan pembahasan terkait fasilitas dan perangkat yang diperlukan dalam menunjang kegiatan kepabeanan di Pelabuhan Batu Ampar.

“Untuk tempat pemeriksaan fisik, kebutuhan Gamma ray, control room berbasis IT, dan lainnya akan mulai dibangun pada Februari 2021,” pungkas Susila.

“Dalam pengembangan BLE, kami senantiasa menyinkronkan dan menyelaraskan dengan program NLE, dengan tetap memperhatikan kekhususan kawasan, dan strategi kebutuhan lokal,” ujar Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai, Agus Sudarmadi.

Progress Kolaborasi Entitas Bisnis

Setelah sebelumnya platform trucking I-Trucking telah join dengan BLE, entitas bisnis lain yang akan segera bergabung adalah PT Aiti Logistic.

“Aiti Logistic adalah platform digital/marketplace terintegrasi yang bergerak di bidang logistik untuk kemudahan perencanaan, pemesanan dan pengelolaan perjalanan kargo melalui darat, laut dan udara yang terkoneksi dengan NLE-BLE”, ujar Kepala Subbagian Dukungan Teknis Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Hery Rusdaman.

Hery juga menjelaskan, untuk menyosialisasikan BLE kepada pengguna jasa, Bea Cukai Batam tidak hanya melakukannya melalui media massa internal dan eksternal, namun Bea Cukai Batam telah meluncurkan aplikasi mobile BIOLA (Bea Cukai Batam Information Online Apps) yang ke depannya dapat diunduh di Google Play Store.

“BIOLA diharapkan dapat memberikan informasi terkait hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan layanan BLE secara realtime dan akurat kepada pengguna jasa, sekaligus sebagai sarana pemberian informasi pelayanan kepabeanan dan cukai di KPU BC Batam,” pungkas Hery.