Tak Penuhi Persyaratan Impor, Bea Cukai Batam dan Karantina Pertanian Musnahkan 15 Ton Jagung Eks Malaysia

Batam, (2/10/2020). Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam bersama Kantor Karantina Pertanian Kelas 1 Batam memusnahkan media pembawa OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) berupa jagung.

Berdasarkan data inward manifest, jagung tersebut dikirim dari Pelabuhan Batu Pahat Malaysia menuju Pelabuhan Batu Ampar Batam, Kamis (27/8/2020). Jagung yang dikirim sebanyak 500 bag, dengan berat masing-masing bag sebanyak 30 kilogram, sehinggal total seberat 15 ton.

Pemilik barang diketahui tidak dapat melengkapi dokumen persyaratan berupa dokumen kesehatan dari negara asal, maka pada Jumat (28/8/2020) media pembawa OPTK berupa jagung tersebut selanjutnya dilakukan penahanan.

“Jagung ini masuk dari Malaysia, tapi dokumen persyaratannya tidak lengkap. Setelah melalui semua proses yang kronologinya telah kita dengarkan, maka hari ini dilakukan pemusnahan terhadap media OPTK Jagung in bersama perwakilan Bea Cukai Batam, ada Bapak Rizki selaku Kabid Humas dan Bapak Undani selaku Kasi Layanan Informasi, juga perwakilan Kepolisian,” ujar Joni Anwar selaku Kepala Kantor Pertanian Kelas 1 Batam di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Jumat (2/10/2020).

Pemusnahan media OPTK Jagung dilakukan dengan tujuan untuk mencegah masuknya hama penyakit dan menghindari penularannya.

“Hasil ini merupakan sinergi yang baik antar instansi di border, seperti BC (Bea Cukai), KKP (Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan), dan lainnya. Kita komitmen sinergi, apalagi Batam ini dijadikan percontohan (BLE), sesuai arahan dari Kemenko Maritim. Kita tidak ada masalah, tinggal infrastrukturnya saja harus ditingkatkan,” kata Joni.

Joni juga mengingatkan kepada masyarakat untuk sesuai dengan aturan yang ada dalam melakukan kegiatan usaha, apalagi yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat.

“Mari kita semua, pemerintahan, swasta, masyarakat, sama-sama membesarkan Batam ini sesuai dengan kewenangan kita, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Joni.

Bea Cukai Batam komitmen untuk selalu bersinergi dengan seluruh instansi, terlebih saat ini Program Pemulihan Ekonomi Nasional merupakan kerja bersama semua pihak. Kolaborasi dan komunikasi yang baik adalah kunci mewujudkannya.