+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Sosialisasi Mandatory CEISA FTZ PMK Nomor 42/PMK.04/2020

Sosialisasi Mandatory CEISA FTZ PMK Nomor 42/PMK.04/2020

Batam (03/06) – Sejalan dengan komitmen Bea Cukai untuk terus mempermudah masyarakat dalam hal pelayanan Kepabeanan, maka Bea Cukai telah berinovasi untuk menyempurnakan Aplikasi Ceisa FTZ. Namun di masa pandemi covid seperti saat ini mengakibatkan terbatasnya kegiatan-kegiatan yang sifatnya tatap muka, namun tidak menjadi alasan untuk Bea Cukai Batam berhenti mengedukasi masyarakat. Untuk itu Bea Cukai Batam mengadakan sosialisasi secara daring terkait mandatory CEISA FTZ atas implementasi PMK Nomor 42/PMK.04/2020 tentang Pemberitahuan Pabean dalam rangka Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Subbagian Dukungan Teknis Puji Suharso. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat dipahami oleh para peserta sehingga saat penerapan nanti tidak terjadi kendala kedepannya.

“Penerapan mandatory ini dilakukan secara bertahap, kami harap Bapak Ibu sekalian dapat beradaptasi dengan cepat agar pelayanan dapat menjadi lebih baik lagi” ucap Puji.
Selanjutnya pemateri menjelaskan tata cara pengisian dokumen pabeanan di Aplikasi CEISA FTZ, juga tidak lupa diadakan sesi tanya jawab untuk memastikan para peserta yang belum memahami materi yg telah disampaikan.

 

 

Sosialisasi PMK Nomor 216 Tahun 2019 tentang Angkut Terus dan Angkut Lanjut Barang Impor atau Barang Ekspor

Sosialisasi PMK Nomor 216 Tahun 2019 tentang Angkut Terus dan Angkut Lanjut Barang Impor atau Barang Ekspor

Batam, 27 Mei 2020

Meskipun saat ini masa pandemi COVID-19 belum berakhir, sosialisasi kepada pengguna jasa yang merupakan agenda rutin tahunan milik Bidang Perbendaharaan dan Keberatan (PK) Bea Cukai Batam tetap dilaksanakan. Bekerja sama dengan Direktorat Teknis Pabean, pada sosialisasi ini Bidang PK memberikan materi mengenai tata laksana Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 216/PMK.04/2019 tentang Angkut Terus atau Angkut Lanjut Barang Impor atau Barang Ekspor kepada 39 pengguna jasa yang berada di Batam.

Masih dalam suasana Idul Fitri 1441H, Akbar Harfianto selaku Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Bea Cukai Batam membuka sosialisasi ini dengan kegiatan silaturahmi kepada seluruh peserta sosialisasi yang hadir melalui aplikasi Zoom.

Latar belakang diberlakukannya PMK No. 216 Tahun 2019 salah satunya adalah pengawasan melalui SKP dan otomasi layanan angkut lanjut dan angkut terus di Indonesia. “TPS pusat distrbusi distribusi bisnis transit sudah berkembang sedemikian rupa seperti di Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai sehingga harapannya bisa menjadi seperti yang telah dilaksanakan di pelabuhan internasional seperti di Hongkong dan Singapura.” – ujar Pudji Seswanto pelaksana pada Direktorat Teknis Kepabeanan.

Selain itu dijelaskan juga oleh Slamet Sukanto Kepala Seksi Administrasi Manifes Bea Cukai Batam bahwa PMK No. 216 Tahun 2019 tidak bisa sepenuhnya diterapkan di Kawasan Bebas seperti Batam karena tata laksana impor di Kawasan Bebas diatur secara khusus dalam PMK No. 47 Tahun 2012 jo. PMK No. 42 Tahun 2020.

“Selanjutnya materi mengenai pelaksanaan angkut lanjut dan angkut terus di kawasan FTZ. Hal ini sebagai bentuk review terhadap pelaksanaan PMK No. 47 Tahun 2012 dan PP No. 10 Tahun 2012.”

Sebelum diakhiri, sesi tanya jawab juga diberikan kepada seluruh peserta sosialisasi sekaligus sebagai bentuk penerimaan saran atau perbaikan dalam pelaksanaan pelayanan yang telah diberikan oleh Bea Cukai Batam agar bisa menjadi lebih baik.

WhatsApp chat