+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Bea Cukai Batam Laksanakan Sosialisasi Kedua tentang Pengendalian IMEI kepada PJT di Batam

Bea Cukai Batam Laksanakan Sosialisasi Kedua tentang Pengendalian IMEI kepada PJT di Batam

Batam, 28 April 2020

Validasi mengenai IMEI pada alat telekomunikasi diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 tahun 2019 tentang Sistem Basis Data Identitas Perangkat Telekomunikasi Bergerak dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 tahun 2020 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui IMEI. Maka dari itu Bea dan Cukai Batam melakukan kegiatan sosialisasi yang kedua sebagai bentuk tindaklanjut dari program pemerintah tentang pengendalian IMEI atas perangkat telekomunikasi berupa Handphone, Komputer Genggam dan Tablet kepada Perusahaan Jasa Titipan (PJT) yang berada dalam wilayah kerja Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Sosialisasi ini dibuka oleh Sumarna selaku Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam. “Saya harap semua dapat memahami tentang peraturan ini sehingga tidak ada komplain dari pelanggan.” ujar Sumarna.
“Peredaran perangkat selular yang beredar di pasar resmi dan pasar ilegal memiliki gap yang terlalu besar saat ini.” jelas Nanang dalam materi yang disampaikannya.
Tujuan dilakukannya sosialisasi ini adalah agar semua pihak yang terlibat dalam proses penjualan alat telekomunikasi khususnya yang berada di Batam yang merupakan Kawasan FTZ dapat mengimplementasikan peraturan mengenai pengendalian IMEI yang berlaku sejak tanggal 18 April 2020. Dengan demikian harapan dari diadakannya sosialisasi ini adalah agar semua pihak yang menjadi peserta sosialisasi dapat menjadi pelaku industri Handphone, Komputer Genggam dan Tablet yang kondusif, mengurangi angka penyelundupan alat telekomunikasi ilegal dan juga meningkatkan kepatuhan di bidang perpajakan yang akan meningkatkan tax base.

Bea Cukai Batam menyelenggarakan Sosialisasi terkait Implementasi IMEI kepada PJT

Bea Cukai Batam menyelenggarakan Sosialisasi terkait Implementasi IMEI kepada PJT

Batam, 23 April 2020 – Menindaklanjuti program pemerintah dalam pengendalian IMEI atas perangkat telekomunikasi berupa handphone, komputer genggam, dan tablet per tanggal 18 April 2020, maka Bea Cukai Batam mengadakan Sosialisasi kepada Perusahaan Jasa Titipan (PJT) terkait pengimplementasiannya di Sistem Barang Kiriman.

Sosialisasi diikuti oleh 21 peserta perwakilan PJT yang ada di wilayah kerja Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, sosialisasi dilaksanakan secara online dikarenakan kondisi saat ini yang masih belum kondusif disebabkan adanya wabah Covid-19. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Sumarna. Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat dipahami oleh para peserta meskipun dilaksanakan secara online, supaya tidak terjadi permasalahan yang dapat merugikan semua pihak. “Diharapkan sekali para peserta (perwakilan PJT) dapat memahami betul terkait prosedurnya, agar nantinya tidak ada komplain dari pengirim/penerima barang” ucap Sumarna.

 

 

 

Kepala Seksi Pabean dan Cukai Nanang Suko Sadono sebagai narasumber menyampaikan bahwa aturan terkait pengendalian IMEI ini merupakan aturan yang berasal dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Kominfo, dan Kementerian Perindustrian. Karena aturan tersebut berkaitan dengan barang yang berasal dari luar negeri, maka Bea Cukai memiliki peran untuk melaksanakan aturan tersebut. “Bea Cukai menjadi semacam jembatan untuk masyarakat meregistrasikan IMEI-nya di sistem Kominfo dan Kemenperin”. Selanjutnya Nanang menyampaikan detail prosedur terkait impelementasi IMEI pada Sistem Barang Kiriman.

Narasumber lainnya ialah Erwin Duadja Betha Sasana dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kantor Pusat DJBC. Beliau menjelaskan hal – hal teknis terkait sistem barang kiriman yang dioperasikan para PJT. Sosialisasi diakhiri dengan pengisian kuesioner sebagai sarana bagi peserta untuk menyampaikan kritik dan saran atas pelaksanaan sosialisasi.

WhatsApp chat