+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Operasi Patroli Laut Bea dan Cukai “Jaring Sriwijaya 2017”

Operasi Patroli Laut Bea dan Cukai “Jaring Sriwijaya 2017”

BATAM (4/05) – Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia dalam rangka mengantisipasi tindak pidana penyelundupan serta dalam rangka meningkatkan pengawasan di Bidang Kepabeanan dan Cukai, DJBC telah mengambil langkah-langkah strategis khususnya dalam pengawasan laut melalui kegiatan Patroli Laut Bea dan Cukai. Pada tahun 2017, DJBC menyelenggarakan kegiatan patroli laut dengan berbagai macam skema yaitu di wilayah barat Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut JARING SRIWIJAYA dan di wilayah timur Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut JARING WALLACEA.

Sebelum operasi dibuka pada hari Rabu (3/05) terlebih dahulu dilaksanakan Gladi Posko Operasi Patroli Bea Cukai Jaring Sriwijaya 2017 bertempat di Aula Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Operasi Jaring Sriwijaya 2017 secara resmi dibuka pada hari Kamis (4/05) di Dermaga Batuampar, Batam dan direncanakan akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap sampai dengan akhir 2017.

Pada Operasi Patroli Laut Bea Cukai JARING SRIWIJAYA 2017 ini Bea Cukai mengikutsertakan unsur kapal patroli berupa Fast Patrol Boat (FPB) ukuran 60 Meter, 38 Meter, 28 Meter, VSV, speed boat, berjumlah 17 (tujuh belas) kapal patroli dan melibatkan 250 Personnel dalam setiap operasi. Kapal-kapal tersebut akan beroperasi di 5 (lima) sektor, yaitu mulai dari Perairan Aceh-Belawan, Tanjung Balai Asahan-Tanjung Sinaboy, Tanjung Parit-Batam, Tanjung Pinang-Perairan Sumatera Bagian Selatan, dan sektor laut Natuna hingga wilayah Perairan Kalimatan Bagian Barat.

 

 

Polresta Barelang & Bea Cukai Batam Musnahkan Sabu 26,5 kg

Polresta Barelang & Bea Cukai Batam Musnahkan Sabu 26,5 kg

­­­­­Batam-Satuan Narkoba Polresta Barelang, melakukan pemusnahan narkotika jenis sabu sebanyak 26,500,44 gram, dengan cara merebus dalam air mendidih, Kamis (5/1/2017). Pemusnahan sabu sebanyak 26 kilo lebih tersebut langsung dilakukan oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika, Kepala Seksi Penyidikan KPU Bea dan Cukai Batam Nurhayyin Habatul Askuri,dan dari pihak kejaksaan. Pemusnahan sabu tersebut dilakukan dengan cara direbus mengunakan air panas dan disaksikan oleh  tamu undangan dan sejumlah pers.

                        

 

Untuk diketahui, sabu yang diamankan dari tangan tersangka Hung Cheng Ning alias Tony Lee warga negara Taiwan dan Raden Novi Prawira, seorang pekerja penukaran uang asing di Bandara Soekarno Hata, Jakarta.

             

 

Barang tersebut dikirim melalui ekspedisi dari Tiongkok, kemudian lewat Bandara Changi, Singapura dan ke Bandara Hang Nadim Batam, kemudian ke Jakarta. Upaya penggagalan penyelundupan tersebut merupakan sinergi dari Bea dan Cukai dengan pihak Kepolisian.

Mengenai ancaman hukuman yang akan dijeratkan pada ketiga tersangka tersebut, kata Helmy Santika menjadi kewenangan hakim di pengadilan. (Disadur dari beberapa sumber)

Press Release Penggagalan Upaya Penyelundupan Sabu 26,5 Kg Berkat Sinergi Bea Cukai-Kepolisian

Press Release Penggagalan Upaya Penyelundupan Sabu 26,5 Kg Berkat Sinergi Bea Cukai-Kepolisian

BATAM – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Barelang yang dipimpin Kasat Resnarkoba Kompol Suhardi Hery berhasil menggagalkan narkotika jenis Sabu 26,5 kilogram senilai Rp 25 Miliar dari Tiongkok pada Rabu 30 November 2016 sekitar pukul 10.30 WIB di Bandara Hang Nadim. Selain barang bukti, petugas juga menangkap dua orang pelaku diantara satunya warga negara indonesia berinisial RNP dan satu WNA Taiwan berinisial HCL, diduga kedua pelaku sebagai jaringan sindikat narkoba internasinal. Rencananya barang haram tersebut akan dibawa akan ke Jakarta melalui pesawat, sebelumnya baram tersebut telah berhasil melewati bandara China-Singapura    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mulanya petugas Bea dan Cukai Hang Nadim mencurigai dua buah kiriman berupa lukisan gambar bunda maria yang dikirim melalui kargo bandara. Setelah dicek ditemukan 31 kotak kecil berisi Sabu yang dibalut dengan aluminium foil. Penangkapan kali ini, diduga jaringan narkoba internasional mengambil momen Natal sehingga lukisan yang menyimpan narkoba ini adalah lukisan Bunda Maria. Namun, untuk mengungkap jaringan ini ia akan bekerjasama dengan BNN. “Karena yang mengendalikan barang ini adalah jaringan Lapas Cipinang, diduga lukisan yang sudah dibongkar diedarkan di Jakarta,” uja Kapolda Kepri saat Press Release pada tanggal 9 Desember di Polrestabes Barelang.

                         

 

Kapolda beranggapan, barang tersebut masuk ke Batam karena dianggap jaringan narkoba internasional di Bandara Batam bebas karena memiliki fasilitas FTZ. Tetapi, anggapan jaringan tersebut tidak seperti yang dipikirkan. “Polri sudah bekerjasama dengan Bea Cukai untuk memberantas narkoba, jadi tidak ada bandara yang aman di Indonesia untuk memasukan narkoba,” ujarnya. “Mereka kita kenakan pasal 112 ayat 2 junto pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1, dengan ancaman hukuman mati,” kata dia. (Disadur dari berbagai sumber)

WhatsApp chat