+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Batam Logistic Ecosystem (BLE) Jadi Percontohan Nasional, Kepala Bea Cukai Batam: Kami Dukung Penuh!

Batam Logistic Ecosystem (BLE) Jadi Percontohan Nasional, Kepala Bea Cukai Batam: Kami Dukung Penuh!

Batam, (11/09/2020). Penasihat Khusus Menteri Koordinator Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio dalam sesi doorstop interview menyampaikan bahwa Batam melalui Batam Logistic Ecosystem (BLE) akan menjadi percontohan penataan logistik di Indonesia yang berbasis green and smart port.

“Batam ini sebagai percontohan nasional dalam hal penataan logistik, dimulai dari pengembangan pelabuhan yang berbasis green and smart port,” ujar Marsetio kepada Tim Humas Bea Cukai Batam sesaat setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi Monitoring Implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) di Gedung Utama BP Batam.

Marsetio menambahkan, penataan logistik dan mewujudkan green and smart port dibutuhkan Information Technology (IT) yang memadai, dan menurutnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai patut diapresiasi karena dapat menginisiasi adanya Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang juga bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE).

“Kami dari Kemenko Manves sangat terbantu dan berterima kasih kepada Dirjen Bea Cukai, Bapak Agus (Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC), Bapak Brata (Kepala Bea Cukai Batam) dan jajarannya yang sangat responsif dan menguasai IT, sehingga bisa mengembangkan aplikasi untuk membenahi permasalahan logistik di Batam ini,” kata Marsetio.

Senada dengan Marsetio, Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Maritim dan Investasi Sahat Manaor Panggabean menyampaikan bahwa Batam menjadi percontohan nasional karena statusnya sebagai Kawasan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ). Batam memiliki kompleksitas dalam hal arus lalu lintas barang, sehingga menurutnya apabila Batam dapat dibenahi maka akan mudah menerapkan BLE ini di daerah Indonesia lainnya.

“Melalui Inpres 5 Tahun 2020 tentang Penataan Logistik Nasional, Batam ini menarik menjadi percontohan karena statusnya sebagai FTZ, (apabila) Batam ini rapi, maka mudah untuk (menjadi) percontohan daerah lain, secara nasional akan rapih nanti Indonesia ini. Daya saing kita akan meningkat, Logistic Performance Index menjadi baik, Logistic Cost dapat ditekan, sehingga kita akan cepat maju dan sejajar dengan negara lain bahkan bisa lebih hebat, inilah harapan kita ke depan,” ujar Sahat.

Menanggapi pernyataan Marsetio dan Sahat, Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC Agus Sudarmadi menyampaikan bahwa BLE yang juga bagian dari NLE adalah sebuah pekerjaan besar bangsa Indonesia untuk membenahi logistik di Indonesia. Dibutuhkan kolaborasi antar instansi terkait dengan memanfaatkan (Information Communication Collaboration Technology) sebagai pemandunya.

Di akhir sesi doorstop interview, Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam menyampaikan bahwa Bea Cukai Batam siap mendukung penuh inisiasi pemerintah pusat dan berkolaborasi dengan instansi terkait di Batam.

“Saya sebagai Kepala Bea Cukai Batam, mewakili DJBC di Batam akan mendukung sepenuhnya apa yang menjadi inisiasi nasional, seperti yang disampaikan Prof. Marsetio, melalui ICCT (BLE) ini kita harap dapat mengurangi high cost tadi, kita sudah inisiasi dan kolaborasi dengan instansi terkait yaitu BP Batam dan KSOP, juga dengan Dit. IKC (Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai_pen) DJBC, dan diharapkan dapat meningkatkan investasi di Batam,” ujar Susila Brata menutup sesi doorstop interview.


Sosialisasi Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara Tahun 2017

Sosialisasi Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara Tahun 2017

Batam – KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam pada Hari Rabu (10/5) Menyelenggarakan Sosialisasi Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara bertempat di Aula Lantai 3. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka dengan sambutan Bapak Rahmady Selaku Kepala Bidang PFPC II. Seperti biasa setelah sambutan pembukaan maka dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada peserta sosialisasi yang datang tercepat. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk membudayakan tradisi tepat waktu dan disiplin.

Dalam sosialisasi kali ini materi disampaikan oleh Bapak Rudy Aditya selaku Kepala Seksi Fasilitas Kepabeanan dan Cukai II. Peserta sosialisasi terdiri dari pengusaha kawasan pabean dan tempat penimbunan sementara maupun pengusaha pemula yang baru mau mengajukan izin untuk tempat penimbunan sementara. Diharapkan dengan diselenggarakannya acara tersebut dapat mengedukasi Pengusaha di kawasan pabean maupun tempat penimbunan untuk lebih memahami peraturan-peraturan terbaru.

Acara ditutup dengan sesi tanya-jawab yang berakhir pada pukul 11.30 WIB.

Apel Rutin Bulan Mei 2017 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Rapat Capaian IKU Bulan Mei 2017, dan Penandatanganan Pakta Integritas Eselon III di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam

Apel Rutin Bulan Mei 2017 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Rapat Capaian IKU Bulan Mei 2017, dan Penandatanganan Pakta Integritas Eselon III di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam

Batam – Pada Hari Rabu (10/5) KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam  melaksanakan Apel Rutin Bulan Mei Tahun 2017 bertempat di lapangan rumput KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Apel dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB dengan peserta apel dari KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam dan PSO Bea dan Cukai Tipe B Batam. Bapak Noegroho Wahyu selaku instruktur apel menyampaikan amanat bahwa ketika menjadi PNS maka sudah sepatutnya kita memberikan pengabdian terbaik untuk negeri ini.

Setelah apel selesai dilaksanakan, agenda dilanjutkan dengan Rapat Capaian IKU Bulan April 2017 bertempat di Ruang Rapat Kepala Kantor. Rapat dipimpin oleh Bapak Nugroho Wahyu Widodo selaku Kepala KPU BC Tipe B Batam. Diakhir rapat dilaksanakan penendatanganan pakta integritas oleh Pejabat Eselon III di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Operasi Patroli Laut Bea dan Cukai “Jaring Sriwijaya 2017”

Operasi Patroli Laut Bea dan Cukai “Jaring Sriwijaya 2017”

BATAM (4/05) – Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia dalam rangka mengantisipasi tindak pidana penyelundupan serta dalam rangka meningkatkan pengawasan di Bidang Kepabeanan dan Cukai, DJBC telah mengambil langkah-langkah strategis khususnya dalam pengawasan laut melalui kegiatan Patroli Laut Bea dan Cukai. Pada tahun 2017, DJBC menyelenggarakan kegiatan patroli laut dengan berbagai macam skema yaitu di wilayah barat Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut JARING SRIWIJAYA dan di wilayah timur Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut JARING WALLACEA.

Sebelum operasi dibuka pada hari Rabu (3/05) terlebih dahulu dilaksanakan Gladi Posko Operasi Patroli Bea Cukai Jaring Sriwijaya 2017 bertempat di Aula Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Operasi Jaring Sriwijaya 2017 secara resmi dibuka pada hari Kamis (4/05) di Dermaga Batuampar, Batam dan direncanakan akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap sampai dengan akhir 2017.

Pada Operasi Patroli Laut Bea Cukai JARING SRIWIJAYA 2017 ini Bea Cukai mengikutsertakan unsur kapal patroli berupa Fast Patrol Boat (FPB) ukuran 60 Meter, 38 Meter, 28 Meter, VSV, speed boat, berjumlah 17 (tujuh belas) kapal patroli dan melibatkan 250 Personnel dalam setiap operasi. Kapal-kapal tersebut akan beroperasi di 5 (lima) sektor, yaitu mulai dari Perairan Aceh-Belawan, Tanjung Balai Asahan-Tanjung Sinaboy, Tanjung Parit-Batam, Tanjung Pinang-Perairan Sumatera Bagian Selatan, dan sektor laut Natuna hingga wilayah Perairan Kalimatan Bagian Barat.

 

 

Sosialisasi Pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Pungli di Lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam

Sosialisasi Pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Pungli di Lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam

Batam – Pada Hari Kamis (04/05) Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Batam melaksanakan Sosialisasi Pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Pungli di Lingkungan DJBC bertempat di Aula KPU BC Tipe B Batam. Sosialisasi tersebut dibagi menjadi dua sesi dengan sesi pertama ditujukan untuk Pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Batam dan sesi kedua ditujukan untuk para pengguna jasa KPU Bea dan cukai Tipe B Batam yang terdiri dari Importir, Eksportir, Pengusaha barang kena cukai, dan PPJK.

Acara sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh para pegawai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Acara tersebut diawali dengan sambutan oleh Kepala Kantor KPU BC Batam, yang diwakili oleh Bapak Niko Budi Dharma. Pada sambutan tersebut Bapak Niko Budi Dharma menyampaikan bahwa setelah Reformasi Birokrasi maka praktik-praktik Korupsi, Pungli, dan Gratifikasi harus benar-benar diberantas. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Iwan Agung dari Direktorat Kepatuhan Internal Kantor Pusat Bea dan Cukai.

Setelah acara sesi pertama selesai dilaksanakan, acara sesi 2 dengan peserta para Pengguna Jasa Kepabeanan dan Cukai di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam dimulai dengan diawali sambutan oleh Kepala Kantor KPU BC Batam, yang diwakili oleh Bapak Niko Budi Dharma. Pada sambutan tersebut Bapak Niko Budi Dharma menyampaikan kepada para peserta sosialisasi bahwa jangan takut untuk melaporkan praktik pungli dan menjamin kerahasiaan data pelapor serta memastikan hak-hak pelapor yang terkait dengan pengurusan kepabeanan dan cukai tidak terganggu. Acara dilanjutkan dengan penyerahan goody bag kepada 5 peserta sosialisasi yang datang tercepat.

Materi disampaikan oleh Bapak Iwan Agung dari Direktorat KI dan Bapak Niko Budi Dharma selaku kepala Bidang KI KPU BC Tipe B Batam.

Acara ditutup dengan sesi tanya-jawab dan pembagian pamflet pengaduan dari Direktorat KI Kantor Pusat DJBC.

WhatsApp chat