+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Bea Cukai Batam Menggelar Diskusi Dengar Pendapat terkait PMK 199 Tahun 2019

Bea Cukai Batam Menggelar Diskusi Dengar Pendapat terkait PMK 199 Tahun 2019

Batam, 27/02/2020 –  Bea Cukai Batam mengadakan pertemuan dengan perwakilan ASPERINDO, Pengusaha Jasa Titipan (PJT), dan Batam Onlineshop (BOS) dalam rangka diskusi dengar pendapat terkait evaluasi implementasi PMK 199 Tahun 2019 tentang Impor Barang Kiriman.

Pada pertemuan kali ini, perwakilan Asperindo, PJT, dan BOS diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan maupun kendala dalam pelaksanaan aturan ini. Beberapa hal yang disampaikan antara lain, bagaimana proses pemeriksaan barang kiriman di TPS, penghitungan bea masuk untuk pakaian, tas, dan sepatu. Selain itu juga berharap Bea Cukai Batam untuk terus meningkatkan percepatan pelayanan agar arus impor barang kiriman semakin lancar.

Terkait dengan masukan dan kendala tersebut Bea Cukai Batam nantinya akan menyampaikan hasil rapat ini kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya untuk penerapan aturan ini. Tapi untuk mendukung itu semua, bukan hanya peran bea cukai tapi juga ada peran pihak PJT dan juga pemilik barang agar bisa memberitahukan jenis, jumlah, dan nilai barang dengan benar dan sesuai.

Bea Cukai Batam Terus Berkomitmen Meningkatkan Kecepatan Layanan Barang Kiriman

Bea Cukai Batam Terus Berkomitmen Meningkatkan Kecepatan Layanan Barang Kiriman

Batam, 24/02/20 – Demi meningkatkan pelayanan barang kiriman, Bea Cukai Batam terus berinovasi dan meningkatkan kecepatan layanannya salah satunya dengan menambah petugas dan waktu pelayanan pada hanggar TPS (Tempat Penimbunan Sementara).

Dalam pantauan pagi ini, situasi TPS sudah sepi dari tumpukan barang kiriman, artinya pelayanan barang kiriman pada hari Senin tgl 24 Februari 2020 lancar dan tidak menyisakan stock barang kiriman pada hari itu.

Tak hanya itu, berdasarkan grafik layanan harian barang sejak diberlakukannya aturan barang kiriman sampai 24 Februari 2020, nampak bahwa layanan barang kiriman yang diselesaikan oleh Bea Cukai Batam semakin meningkat.

Bea Cukai Batam terus berkomitmen untuk melakukan percepatan pelayanan terkait impor barang kiriman guna mendukung PMK No 199 Tahun 2019. Hal ini juga tidak terlepas dari kerjasama dari pemilik barang dan pihak PJT untuk membantu percepatan proses layanan barang kiriman dengan memberitahukan jumlah, jenis, dan nilai barang dengan benar dan sesuai.

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Batam (13/02/20) – Bea Cukai Batam kembali melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan terbaru mengenai aturan impor barang kiriman yaitu PMK Nomor 199/PMK.010/2019 pada hari Kamis (13/02). Kali ini Bea Cukai Batam melakukan sosialisasi di acara Dialog Khusus yang disiarkan oleh Batam TV.

“Aturan ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya di Batam. Penghitungannya juga lebih sederhana yaitu dengan tarif flat Bea Masuk 7,5% dan PPN 10% kecuali untuk barang tertentu seperti buku, tas, sepatu, dan produk tekstil.” ujar Sumarna, Kabid BKLI.

Bambang Lusanto Gustomo, Kabid PFPC II, menegaskan kembali bahwa produk IKM atau produk lokal Batam hanya dikenakan PPN saja yaitu sebesar 10%. Itu merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Bea Cukai untuk mendorong IKM lokal agar bisa bersaing.

Diinfokan kembali kepada masyarakat untuk memberitahukan jumlah, jenis, dan nilai barang dengan benar. Karena itu salah satu kunci agar lancarnya arus pengiriman barang. Karena apabila terjadi hambatan bukan hanya pengirim yang dirugikan, tetapi juga penerima dan pengusaha jasa titipan.

Bea Cukai Batam mengagalkan penyeludupan Sabu pada Barang Kiriman

Bea Cukai Batam mengagalkan penyeludupan Sabu pada Barang Kiriman

Batam, 12/02/20 – Bea Cukai Batam berhasil mengamankan 2 (dua) bungkus  plastik bening berisi Methamphetamine dengan modus disembunyikan di dalam tas sebanyak 205,1 (dua ratus lima koma satu) gram di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Pukadara Pranaperkasa pada Hari Rabu lalu (12/02).

” Penindakan ini bermula pada pukul 11.50 WIB atas kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap 1 (satu) karung barang kiriman (berisi beberapa paket) dengan tujuan Jakarta Selatan berdasarkan hasil citra X-ray. Kemudian dilakukan pemeriksaan atas karung tersebut dan kedapatan sebuah paket tersebut berisi tas yang didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik berisi butiran kristal diduga methamphetamine.” ungkap Susila Brata selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam.

Selain itu, petugas Bea Cukai juga mengamankan bukti berupa 1 (satu) buah CN/Resi no 150220002758320, Pengirim a.n SHINTA, Penerima a.n DIANA. Pihak Pengirim dan Penerima barang yang tertera dalam resi barang kiriman tidak bisa dikonfirmasi, mengingat nomor telepon dan alamat yang tertera dalam resi tersebut tidak bisa dihubungi.

Selanjutnya barang tersebut dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap barang bukti selanjutnya diserahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau untuk proses penanganan lebih lanjut.

Atas tangkapan narkotika tersebut, Bea Cukai menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi barang impor maupun barang kiriman.

SOSIALISASI BARANG KIRIMAN KEPADA UMKM BATAM

SOSIALISASI BARANG KIRIMAN KEPADA UMKM BATAM

Batam (29/01/2020) – Pagi ini Beacukai Batam kembali memberikan pemahaman mengenai aturan barang kiriman berdasarkan PMK 199 Tahun 2019 kepada UMKM Batam. Acara ini juga dihadiri oleh para pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) yang berada di bawah  Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam, dan Ketua Al-Ahmadi Enterpreneurship Center.

“Bea Cukai Batam sudah lakukan kordinasi dengan Bea Cukai Pusat, sudah diputuskan khusus Industri Kecil Menengah (IKM) di Batam dibebaskan dari Bea Masuk, hanya dikenakan PPN” ujar Susila terkait pengenaan pajak barang kiriman dari Batam ke daerah Indonesia lainnya. Untuk mendukung hal tersebut Bea Cukai Batam akan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam serta  Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam.

Menguatkan pernyataan sebelumnya, Sumarna, Kepala Bidang BKLI, menyatakan bahwa untuk pelaku usaha IKM nantinya akan dilakukan pendataan untuk simplifikasi proses kepabeanan khususnya prosedur barang kiriman untuk produk IKM. Sumarna juga menjelaskan bahwa sebelum barang kiriman keluar akan diperiksa fisik oleh petugas beacukai di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan mengunakan sistem CEISA 4.0, sepanjang data barang yang disampaikan oleh pihak pengirim benar dan valid, niscaya barang tersebut dapat keluar dengan lancar.

Latar belakang aturan ini diterbitkan adalah mendorong petumbuhan industri dalam negeri, melindungi kepentingan Nasional sehubungan dengan meningkatnya volume impor barang melalui mekanisme impor barang kiriman, dan menciptakan perlakuan perpajakan yang adil dan melindungi IKM.

WhatsApp chat