+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Bea Cukai Batam Terus Berkomitmen Meningkatkan Kecepatan Layanan Barang Kiriman

Bea Cukai Batam Terus Berkomitmen Meningkatkan Kecepatan Layanan Barang Kiriman

Batam, 24/02/20 – Demi meningkatkan pelayanan barang kiriman, Bea Cukai Batam terus berinovasi dan meningkatkan kecepatan layanannya salah satunya dengan menambah petugas dan waktu pelayanan pada hanggar TPS (Tempat Penimbunan Sementara).

Dalam pantauan pagi ini, situasi TPS sudah sepi dari tumpukan barang kiriman, artinya pelayanan barang kiriman pada hari Senin tgl 24 Februari 2020 lancar dan tidak menyisakan stock barang kiriman pada hari itu.

Tak hanya itu, berdasarkan grafik layanan harian barang sejak diberlakukannya aturan barang kiriman sampai 24 Februari 2020, nampak bahwa layanan barang kiriman yang diselesaikan oleh Bea Cukai Batam semakin meningkat.

Bea Cukai Batam terus berkomitmen untuk melakukan percepatan pelayanan terkait impor barang kiriman guna mendukung PMK No 199 Tahun 2019. Hal ini juga tidak terlepas dari kerjasama dari pemilik barang dan pihak PJT untuk membantu percepatan proses layanan barang kiriman dengan memberitahukan jumlah, jenis, dan nilai barang dengan benar dan sesuai.

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Bea Cukai Batam Terus Sosialisasikan Aturan Barang Kiriman

Batam (13/02/20) – Bea Cukai Batam kembali melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan terbaru mengenai aturan impor barang kiriman yaitu PMK Nomor 199/PMK.010/2019 pada hari Kamis (13/02). Kali ini Bea Cukai Batam melakukan sosialisasi di acara Dialog Khusus yang disiarkan oleh Batam TV.

“Aturan ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya di Batam. Penghitungannya juga lebih sederhana yaitu dengan tarif flat Bea Masuk 7,5% dan PPN 10% kecuali untuk barang tertentu seperti buku, tas, sepatu, dan produk tekstil.” ujar Sumarna, Kabid BKLI.

Bambang Lusanto Gustomo, Kabid PFPC II, menegaskan kembali bahwa produk IKM atau produk lokal Batam hanya dikenakan PPN saja yaitu sebesar 10%. Itu merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Bea Cukai untuk mendorong IKM lokal agar bisa bersaing.

Diinfokan kembali kepada masyarakat untuk memberitahukan jumlah, jenis, dan nilai barang dengan benar. Karena itu salah satu kunci agar lancarnya arus pengiriman barang. Karena apabila terjadi hambatan bukan hanya pengirim yang dirugikan, tetapi juga penerima dan pengusaha jasa titipan.

SOSIALISASI BARANG KIRIMAN KEPADA UMKM BATAM

SOSIALISASI BARANG KIRIMAN KEPADA UMKM BATAM

Batam (29/01/2020) – Pagi ini Beacukai Batam kembali memberikan pemahaman mengenai aturan barang kiriman berdasarkan PMK 199 Tahun 2019 kepada UMKM Batam. Acara ini juga dihadiri oleh para pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) yang berada di bawah  Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam, dan Ketua Al-Ahmadi Enterpreneurship Center.

“Bea Cukai Batam sudah lakukan kordinasi dengan Bea Cukai Pusat, sudah diputuskan khusus Industri Kecil Menengah (IKM) di Batam dibebaskan dari Bea Masuk, hanya dikenakan PPN” ujar Susila terkait pengenaan pajak barang kiriman dari Batam ke daerah Indonesia lainnya. Untuk mendukung hal tersebut Bea Cukai Batam akan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam serta  Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam.

Menguatkan pernyataan sebelumnya, Sumarna, Kepala Bidang BKLI, menyatakan bahwa untuk pelaku usaha IKM nantinya akan dilakukan pendataan untuk simplifikasi proses kepabeanan khususnya prosedur barang kiriman untuk produk IKM. Sumarna juga menjelaskan bahwa sebelum barang kiriman keluar akan diperiksa fisik oleh petugas beacukai di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan mengunakan sistem CEISA 4.0, sepanjang data barang yang disampaikan oleh pihak pengirim benar dan valid, niscaya barang tersebut dapat keluar dengan lancar.

Latar belakang aturan ini diterbitkan adalah mendorong petumbuhan industri dalam negeri, melindungi kepentingan Nasional sehubungan dengan meningkatnya volume impor barang melalui mekanisme impor barang kiriman, dan menciptakan perlakuan perpajakan yang adil dan melindungi IKM.

Beacukai Batam Mengundang BOC dan Beberapa Market Place

Beacukai Batam Mengundang BOC dan Beberapa Market Place

Batam (28/1) – Perubahan aturan impor barang kiriman tidak lepas dari bisnis online shop, untuk itu Beacukai Batam mengundang pengusaha onlineshop yang tergabung dengan Batam Onlineshop Community (BOC) dan beberapa market place.

Susila Brata selaku Kepala Kantor Beacukai Batam mengatakan,” Aturan ini (PMK 199 Tahun 2019) berlaku di seluruh Indonesia bukan hanya di Batam, baik pengenaan tarif maupun lartasnya (larangan dan pembatasan) sama.”

Dalam pemaparan materi, Nanang Suko Sadono, Kepala Seksi Pabean dan Cukai I mengatakan  bahwa dasar untuk penghitungan pajak dari Batam ke daerah Indonesia lainnya berdasarkan nilai penyerahan barang ke konsumen atau nilai jual untuk barang yang berasal dari luar negeri.

Nanang juga memberikan simulasi perhitungan pajak pada saat pemasukkan barang dari Luar Negeri  ke Batam (yang belum dikenakan bea masuk dan pajak) dengan perhitungan pajak pada saat pemasukkan barang dari Luar Negeri ke daerah Indonesia lainnya (sudah dikenakan bea masuk dan pajak). Tujuan simulasi ini untuk memberikan pemahaman kepada pelaku onlineshop mengapa batam dikenakan bea masuk dan pajak pada saat barang impor dikeluarkan.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para pelaku onlineshop memperoleh pandangan baru terkait perubahan impor barang kiriman dan dapat memberikan edukasi kepada sesama rekan onlineshop lainnya.

Apel Khusus Hari Pabean Internasional

Apel Khusus Hari Pabean Internasional

Batam (Selasa, 28/01) – Dalam rangka memperingati Hari Pabean Internasional ke-68 dengan tema “Customs fostering Suistainability for People, Prosperity, and the Planet“, Bea Cukai Batam bersama @beacukaipsobatam melaksanakan apel khusus  yang diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai serta pegawai On Job Training (OJT).

Apel khusus ini dipimpin langsung oleh Susila Brata, Kepala Kantor, yang menyampaikan amanat dari Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pertama, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi atas prestasi capaian kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tahun 2019 baik itu di sektor penerimaan, pelayanan, maupun pengawasan.

Apresiasi atas kinerja Bea Cukai juga disampaikan dalam hal meluaskan fungsi layanan dan fasilitas dengan mengembangkan layanan CEISA 4.0 sehingga pelayanan menjadi lebih efektif. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan penyelesaian dokumen kepabeanan dari rata-rata 0,58 hari pada tahun 2018 menjadi rata-rata 0,33 hari pada tahun 2019. Selama tahun 2019, Bea Cukai juga mengamankan  55,8 juta batang rokok dalam 2.106 kasus pada operasi Gempur Rokok Ilegal.

Melalui komitmen bersama, beliau berharap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membulatkan tekad untuk terus berbakti pada nusa dan bangsa, bekerja sepenuh hati dan segenap daya upaya, mewujudkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai institusi yang dapat memakmurkan masyarakat, khususnya rakyat Indonesia.

WhatsApp chat