Sri Mulyani Meresmikan BLE, Babak Baru Penataan Logistik Nasional

Batam, (18/3/2021). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan pejabat tinggi negara lainnya secara resmi meluncurkan platform Batam Logistics Ecoystem (BLE) di Gedung Balairungsari, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (18/3/2021).

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa BLE dan NLE (National Logistiks Ecocsystem) merupakan salah satu tools pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan perannya sebagai katalisator ekosistem-ekosistem logistik guna menekan biaya logistik.

“Selama lima tahun pertumbuhan di Batam di bawah ekonomi nasional, dan BLE ini tujuannya ya untuk mendongkrak daya saing ekonomi Batam,” kata Sri dalam sambutannya.

Ia menyampaikan bahwa biaya logistik di Indonesia menyentuh angka 23,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) lebih tinggi dari negara di Kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia yang hanya 13 persen dari PDB negaranya.

“Selain hal itu, BLE juga merupakan salah satu bentuk konkret dari Undang-Undang Cipta Kerja untuk meningkatkan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja,” pungkas Sri.

Untuk diketahui bahwa BLE dan NLE merupakan solusi dari permasalah maritime connectivity, yaitu banyaknya pelabuhan, bandara, stasiun dan pergudangan yang belum dikelola secara terintegrasi, efektif, dan efisiensi, juga terkait infrastructure dimana kapasitas infrastruktur belum memadai, baik yang ada di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, lalu belum efektifnya intermodal transportasi dan interkoneksi antara infrastruktur Pelabuhan dan transportasi,

Selanjutnya permasalah terkait insfrastruktur digital, information and communication technology​ ​(​ICT), yaitu asymmetric information supply dan demand,​ ​tidak adanya sistem track​ ​and trace,​ paper based system​, dan terbatasnya jangkauan jaringan pelayanan non seluler.