Sosialisasi Aplikasi B-SIMS, Autogate, TPS Online. Kepala Bea Cukai Batam : Ekosistem Baru Butuh Dukungan Penuh Dari Seluruh Stakeholder.

Batam (03/03) –BUP BP Batam menyelengarakan sosialisasi pelatihan rencana penerapan aplikasi BP Batam Seaport Information Management System (B-SIMS), Sistem Autogate dan TPS Online untuk Pelayanan Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Batu Ampar yang dilaksanakan di Gedung Pusat Teknologi BP Batam. Sosialisasi ini merupakan salah satu wujud pengembangan dan penerapan Batam Logistik Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistik Ecosystem (NLE) yang perlu mendapat dukungan dari semua entitas baik stakeholder maupun pemangku kepentingan sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata dalam kata sambutannya.

“Dengan adanya revolusi industri 4.0, harus ada pembenahan yang revolusioner di Batam. Salah satunya adanya digitalisasi proses logistik yang manfaatnya harus dirasakan oleh stakeholder. Digitalisasi tidak akan berjalan tanpa adanya keterlibatan setiap entitas baik stakeholder maupun pemangku kepentingan, karena keterlibatan setiap entitas merupakan kunci untuk menyukseskan progam ini. Dengan adanya dukungan tersebut diharapkan dimasa yang akan datang logistik di Batam akan lebih efisien, mudah, murah,cepat dan transparan,” ujar Susila.

Sambutan ini menguatkan pernyataan sebelumnya yang disampaikan Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris tentang pentingnya aplikasi ini dalam memberikan stimulus perekonomian khususnya di bidang logistik.

“B-SIMS, Autogate dan TPS Online merupakan aplikasi yang bertujuan untuk mempercepat flow in dan flow out arus barang di Pelabuhan. Diharapkan dengan berjalannya digitalisasi ini maka akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh stakeholder sehingga memberikan stimulus perekonomian khususnya di bidang logistik,” ujar Nelson

B-SIMS merupakan aplikasi yang akan digunakan sebagai portal pengeluaran dan pemasukan barang dari dan ke Pelabuhan. B-SIMS memiliki data reliable yang mana setiap entitas akan memiliki data yang saling terintegrasi sehingga manajemen keluar masuk barang dapat dipermudah. Tidak hanya itu, B-SIMS juga mendukung tracking informasi lokasi kontainer yang ditimbun di TPS.

Penerapan Autogate System akan menggunakan RFID sebagai identitas kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan. Sistem akan melakukan validasi secara otomatis, sehingga tidak diperlukan proses manual baik dari stakeholder ataupun pertugas terkait.

Kegiatan sosialisasi tidak hanya berhenti sampai pengenalan aplikasi. Para Stakeholder juga diberikan pelatihan untuk dapat menjalankan aplikasi yang telah disediakan, sehingga penerapan aplikasi ini dapat berjalan optimal untuk mendukung BLE.