Sekretaris Dewan Pengawas BP Batam Bersama Kepala Bea Cukai Batam Tinjau Pembangunan Infrastruktur BLE: Sistem Sudah Siap, Tinggal Integrasi Infrastrukturnya

Batam (13/12) – Bea Cukai Batam bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan BP Batam melakukan peninjauan lapangan terkait calon lokasi pertama implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang berlokasi di Pelabuhan Batu Ampar (11/12). BLE merupakan bagian dari NLE (National Logistic Ecosystem) sebagai program yang akan mengintegrasikan komunitas logistik di sektor penerimaan dengan komunitas di sektor persediaan.

Anggota Dewan Pengawas BP Batam, Elen Setiadi selaku Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian RI, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Batu Ampar dalam rangka meninjau kesiapan infrastruktur pelabuhan dalam menunjang Implementasi BLE. 

Kepala KPU Bea dan Cukai Batam, Susila Brata bersama jajaran dan Ketua Badan Pengusahaan (BP), Muhammad Rudi, mendampingi Elen meninjau pelabuhan. Elen menyampaikan bahwa banyak yang harus disiapkan dalam meninjau implementasi BLE di Pelabuhan Batu Ampar.

“Kita harus segera menyelesaikan infrastruktur penunjang BLE ini, namun kita harus memastikan kesiapan Gamma Ray, tempat pemeriksaan yang sesuai standar, termasuk jaringan listrik yang aman dari terik matahari dan hujan,” ujar Elen.

Elen juga menegaskan jika harus segera diadakan Auto Gate System dan TPS Online untuk semakin memantapkan integrasi sistem BLE. Mengingat sudah adanya kesiapan sistem, implementasi BLE hanya tinggal menunggu penyelesaian dari segi infrastrukturnya saja. BP Batam sendiri sudah menyiapkan Auto Gate System dengan software yang telah dilakukan User Acceptance Testing (UAT).

“Kami memerlukan tempat pemeriksaan barang yang sesuai standar di Pos Bea Cukai, tentunya agar semakin memudahkan proses pengawasan kegiatan yang akan berlangsung nantinya,” pungkas Susila.

Dengan adanya kunjungan lapangan tersebut diharapkan semakin mengeratkan sinergi antar berbagai pihak yang terlibat. Karena implementasi BLE akan memiliki peran yang cukup besar dalam mempercepat proses logistik di Kota Batam sehingga membutuhkan partisipasi aktif seluruh entitas terkait logistik.