Satgas Operasi Bea Cukai – Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu Lebih dari 100 Kg

Batam (20/09) – Satuan tugas (Satgas) Bea Cukai Khusus Kep. Riau, Bea Cukai Batam, Bea Cukai Tanjung Pinang bersama satuan tugas Polresta Barelang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat total 107,258 kilogram. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Peredaran Gelap Narkotika Jenis Shabu 107,258 Kg di Polresta Barelang pada Senin(20/9). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Drs. Darmawan dengan didampingi oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Kep. Riau Achmad Rofiq, Kepala Bea Cukai Batam Ambang Priyonggo, Direktur Narkoba KBP Muji Supriyadi, Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur dan jajaran lainnya.


Kejadian penggungkapan terjadi pada minggu (05/09) sekitar pukul 06.00 WIB di wilayah perairan laut sekitar Pulau Putri Nongsa Batam. Barang bukti berupa kapal speedboat dan narkotika jenis Methampetamin berhasil diamankan dengan 5 tersangka berinisial RA (26 Tahun), Aza (23 Tahun), Eah (25 Tahun), Inisial Fos (26 Tahun), Inisial H, (33 Tahun).


“Asumsinya, kalau dihitung, satu gram dikonsumsi 3 sampai 4 orang. Kalau ini [ratusan kilogram], bisa 321.774 orang atau 429 ribu jiwa manusia,” ungkap Darmawan saat memimpin konferensi pers pengungkapan di Mapolresta Barelang, Senin (20/9/2021).

Penindakan tersebut berawal dari informasi akan adanya upaya penyelundupan NPP jenis Methampetamin yang dibawa dengan sarana kapal speedboat. Kemudian dilakukan operasi bersama antara Satgas Polresta Barelang dengan Satgas Bea Cukai Khusus Kepri, Bea Cukai Batam, Bea Cukai Tanjung Pinang. Kegiatan pengamatan dan pengintaian yang telah dilakukan selama 3 bulan membuahkan hasil. Satu buah kapal speedboat (SB. Edward Black Beard)
berhasil diamankan.


Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, terdapat 6 orang ABK yang membawa kapal tersebut dari Lagoi, Bintan menuju Singkawang, Pontianak. Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan didapatkan 6 (enam) tas berisikan bungkus teh yang dijadikan modus penyembunyian narkotika jenis Methampetamin dengan berat total 107,258 kilogram. Diduga narkotika tersebut akan
diedarkan di Batam dan kota lainnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 115 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati.