Sambangi Inews TV, Kepala Bea Cukai Batam : Optimis BLE akan Mempercepat Logistik Kota Batam

Batam (19/11/2020) Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata mengatakan bahwa program Batam Logistic Ecosystem (BLE) dapat mempercepat logistik di Kota Batam serta mendorong program  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal tersebut disampaikan pada acara talkshow “Bincang Santai” di Kantor Inews Biro Batam, Kamis (19/11). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan informasi tentang BLE kepada masyarakat melalui media massa.

“BLE akan menjadi program yang sangat bermanfaat dalam pemulihan ekonomi di situasi seperti ini. Dengan segala kemudahan yang ada, diharapkan akan meningkatkan perdagangan dan industri di Kota Batam karena BLE dapat memperlancar arus logistik,” jelas Susila Brata kepada iNews.

BLE terbukti efisien dalam kegiatan layanan Ship To Ship/Floating Storage Unit, yaitu mencatatkan persentase efisensi waktu sebesar 70% dengan mengurangi waktu pengurusan yang semula 3 hari menjadi 1 hari. Selain itu juga kegiatan perizinan usaha dan konsumsi dengan skema single submission mencatatkan persentase efisiensi waktu sebesar 94% , yaitu hanya membutuhkan waktu 30 menit validasi yang sebelumnya 1 hari.

Susila Brata menambahkan bahwa Bea Cukai ingin berperan lebih luas dalam hal peningkatan iklim industri perdagangan dengan menginisiasi penataan logistik. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan  menggandeng instansi terkait,  seperti BP Batam dan Kantor Syahbandar  Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Batam Logistic Ecosystem (BLE) merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) menjadi sebuah wadah untuk mempertemukan komunitas logistik di sektor permintaan dengan komunitas logistik di sektor persediaan. Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir dengan berbagai fitur logistik dari hulu hingga hilir. Mereka dapat melihat dan memilih harga serta kualitas atas ketersediaan sarana pengangkut, pergudangan bahkan pembayaran hanya dalam satu aplikasi.

Informasi yang dapat di kolaborasikan melalui NLE seperti, informasi ketersediaan truk di suatu wilayah (Platform Trucking), informasi ketersediaan slot kapal domestik antar pulau (Prahu-Hub), informasi jadwal kapal dan book slot kapal ekspor (clickargo), daftar negara tujuan ekspor per komoditas, daftar pelaku logistik ppjk/forwarder dan lain-lain.

Sebagai sebuah ekosistem, BLE memerlukan partisipasi aktif semua entitas terkait logistik baik di lingkungan pemerintah maupun para pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang bersama. Kesediaan dan peran aktif setiap pihak sangat dibutuhkan demi tercapainya efisiensi logistik di Indonesia.