Registrasi Kepabeanan Dibuat Makin Simpel, Bea Cukai Batam adakan Sosialisasi PMK 219 Tahun 2019

Batam (20/01) – Bea Cukai Batam bersama Direktorat IKC dan Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait PMK 219 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Registrasi Kepabeanan secara virtual pada hari ini (20/01/2021) kepada APINDO, INSA, BSOA, ALFI, ATAK dan perusahan-perusahaan yang ada di Batam.

Sebagai institusi yang senantiasa berusaha memberikan pelayanan prima kepada stakeholder, Bea Cukai terus melakukan inovasi dan berbagai terobosan dengan menyederhanakan proses pelayanan. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyempurnaan dan penyederhanaan registrasi kepabenan dengan diterbitkannya PMK-219/PMK.04/2019 tentang Penyederhanaan Registrasi Kepabeanan yang merubah PMK 179/PMK.04/2016 tentang Registrasi Kepabeanan.

“Seiringnya perkembangan zaman, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) memberikan kemudahan proses registrasi kepabeanan, pertama dengan memberlakukan trust and verified dan kedua menerapkan otomasi penuh,” ucap Susila Brata, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, dalam sambutannya.

Saat ini, Direktorat Jenderal Bea Cukai memberlakukan registrasi yang semakin simpel yang terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang menghasilkan efisiensi pelayanan dan efektivitas pengawasan. Latar belakang dari perubahan ini adalah memberikan kemudahan berusaha bagi para pengguna jasa khususnya yang berkaitan dengan kepabeanan.

Dalam PMK-219 Pasal 36 ini menyebutkan bahwa Pengguna jasa kepabeanan yang telah melakukan registrasi kepabeanan mendapatkan akses kepabeanan selain sebagai importir dan harus melakukan registrasi kepabeanan melalui OSS paling lambat tanggal 30 Januari 2021.

Penyempurnaan ini tidak akan berhasil tanpa adanya kerjasama dan keterlibatan dari pelaku usaha dan Hal ini juga menjadi masukan bagi DJBC selaku penyusun kebijakan di bidang kepabeanan.

“kami, Direktorat Jenderal Bea Cukai akan terus menerus berusaha memberikan dan menciptakan inovasi yang dilakukan untuk mempermudah berusaha, tentu saja berusaha secara legal karena pasti yang legal akan dipermudah,” ucap Susila.