DAHLAN ISKAN RAMAIKAN ACARA “SEWINDU” KPU BEA DAN CUKAI TIPE B BATAM

RANGKAIAN PERINGATAN HARI PABEAN INTERNASIONAL KE-64 DAN SEWINDU KPU BEA DAN CUKAI BATAM

          Batam, 12 Pebruari 2016 – Dalam rangka menyambut hari jadinya yang ke-8, KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam mengadakan beberapa rangkaian acara diantaranya Senam Sehat yang dilanjutkan dengan Talkshow bersama Dahlan Iskan. Kedua acara tersebut diikuti oleh pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam beserta beberapa karyawan dari Batam Pos Group.

Senam sehat bersama Dahlan Iskan dimulai pada pukul 06.15 WIB, Dahlan Iskan beserta tim memimpin senam tersebut dengan didampingi oleh Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam,  Nugroho Wahyu Widodo.

IMG_0042

Peserta sangat antusias dan terlihat ceria mengikuti gerakan-gerakan senam yang penuh semangat dan energik dari mantan Menteri BUMN tersebut.

Pada pukul 09.00 WIB, acara dilanjutkan dengan talkshow bersama Dahlan Iskan di Aula KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Talkshow dipandu oleh Kepala Seksi Layanan Informasi, Ahmad Zakki Mawardi itu dibuka dengan kata sambutan dari Kepala Kantor KPU BC Batam. Dalam sambutannya, beliau berharap kepada seluruh pegawai di KPU BC Batam untuk dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan Dahlan Iskan dalam berkarya. Menurut beliau, sosok Dahlan Iskan adalah sosok yang sangat menginspiratif. Perjuangan dan kerja keras yang dijalani sangat luar biasa untuk bangsa ini. “Kita tidak pernah tahu sampai kapan umur kita, tetapi kalau kita sudah bekerja dengan tertib dan memberikan yang terbaik, perjuangan itu tidak akan sia-sia begitu saja. Berkarya harus POLL (re:full)”, tutur Nugroho Wahyu Widodo yang biasa dipanggil Pak Noeg ini.

IMG_0282

Dalam penutup sambutannya, Pak Noeg berpesan kepada pegawai KPU BC Batam khususnya yang masih muda-muda untuk terus semangat dalam berkarya agar kita menjadi orang yang luar biasa tidak hanya pada saat ini saja tetapi sampai kapanpun akan menjadi orang-orang yang luar biasa. Setelah mengakhiri sambutannya, Pak Noeg memberikan cindera mata kepada Dahlan Iskan sebelum talkshow dimulai.

Talkshow yang bertemakan “Berkarya Dengan Hati” ini dimulai dengan membacakan sedikit profil dari Dahlan Iskan. Dan berkenaan dengan kepastian tanggal lahir yang ditanyakan oleh host, Dahlan Iskan menerangkan dengan guyonan. “Terus terang saja saya tidak tahu tanggal lahir saya karena waktu itu belum ada akte lahir. Sebenarnya pernah ditulis oleh kakak saya kapan tanggal lahir saya di balik pintu lemari. Namun karena kebutuhan ekonomi sehingga mengharuskan menjual perabotan rumah, termasuk lemari yang ada tanggal lahir saya, jadi bisa dibilang tanggal lahir saya terjual,” tutur Pak Dahlan santai.

IMG_0293

“Seiring perjalanan karir saya dan karena tidak mau ambil pusing, maka tanggal 17 Agustus 1951 saya pilih sebagai tanggal lahir saya,” terang Dahlan Iskan.

Berbicara mengenai masalah kemiskinan negeri ini, Dahlan Iskan menyampaikan bahwa kemiskinan pada zaman dahulu berbeda dengan kemiskinan pada zaman sekarang. Kemiskinan sekarang mengandung unsur ketidakadilan di dalamnya. Tidak adil maksudnya adalah ketika beliau masih miskin, kemiskinan itu tidak begitu terasa dan bisa dinikmati karena semuanya miskin. “Dulu sepanjang saya jalan kaki ke sekolah sejauh 6 km, begitu banyak kemiskinan. Sudah biasa. Dan menurut saya saat itu, ya begitulah hidup. Tetapi kemiskinan sekarang, memang berbahaya karena orang miskin sekarang sehari-hari melihat orang kaya. Dan parahnya, meski miskin tetapi jalan-jalannya ke mall. Itu  yang membuat kemiskinan sekarang terasa sangat berat,” tutur Dahlan Iskan.

Ada yang sangat menarik ketika beliau diajukan pertanyaan tentang bagaimana jika seseorang sudah bekerja keras, tetapi belum meraih kesuksesan. Dengan santai beliau melempar pertanyaan itu kepada peserta talkshow. Beliau ingin mendengar pendapat dari beberapa orang karena menurut beliau pertanyaan itu sangat bagus. Ada 3 orang yang mengajukan jawaban dengan kesimpulan bahwa kalau sudah bekerja keras dan belum berhasil maka percayalah suatu saat akan berhasil. Karena yang terjadi itu BELUM berhasil , bukan TIDAK berhasil.

IMG_0341

Harus memiliki optimisme agar kesuksesan itu bisa diraih. Kegagalan bukan berarti akhir dari perjuangan karena kegagalan tersebut mungkin jalan lain yang menuju kesuksesan yang ingin diraih. “Hebat-hebat kan jawabannya. Lebih bagus dari jawaban yang saya rencanakan,” gurau Dahlan Iskan. “Luar biasa sekali. Jawaban yang sangat kritis dan pemikiran yang optimis sekali. Sangat penting memang memiliki sifat optimistis. Tidak ada orang sukses yang pesimistis. Pasti optimistis,” tegas beliau.

Berkaitan dengan kesuksesan karir yang beliau raih, Pak Dahlan menerangkan bahwa setiap orang memiliki 4 persoalan yang bisa menghambat kesuksesan karir seseorang. Keempat persoalan itu adalah kesehatan, korupsi, wanita, dan yang terakhir adalah kebiasaan/keutamaan pada tempat anda bekerja. Kesehatan merupakan hal yang penting karena banyak contoh nyata bahwa kesehatan seseorang dapat menghambat karirnya. Banyak yang akan mencapai puncak karir tetapi gagal karena kesehatan sehingga tidak dapat meraih puncak karirnya.

Kemudian korupsi juga sangat mempengaruhi karir seseorang. “Saya pikir kita semua tahu mungkin pada zaman dahulu, ini tidak terlalu penting karena semua begitu (re:korupsi). Tetapi sekarang kalau anda melakukan korupsi, ketika anda akan diangkat ke karir yang lebih tinggi tetapi ternyata kedapatan melakukan korupsi pada saat anda menduduki jabatan terdahulu, karir anda tidak akan mencapai puncak. Bahkan bisa dibilang gagal,” tutur Dahlan Iskan

IMG_0382

Ketiga adalah wanita. Wanita yang tidak tepat dapat membuat karir anda gagal. Yang terakhir kebiasaan atau keutamaan pada tempat anda bekerja.  “Maksudnya begini, karir anda bisa dipengaruhi dengan kebiasaan kantor dimana anda bekerja. Misalnya kalau tempat anda bekerja lebih mengutamakan keluarga untuk menaikkan karir atau malah bisa jadi ditempat anda bekerja harus memakai cara pendekatan yang tidak baik agar mendapatkan promosi jabatan, meskipun itu hal kecil tetapi bisa mempengaruhi karir anda,” jelas Dahlan Iskan mengakhiri paparan mengenai empat persoalan yang dapat menghambat karir seseorang.

Kemudian ketika host menyampaikan pertanyaan terakhir mengenai apakah saat ini kita semua sudah melihat Dahlan Iskan secara keseluruhan atau masih ada beberapa keinginan dan tujuan dalam diri Dahlan Iskan, beliau dengan santai dan penuh senyum menjawab bahwa sebenarnya beliau sudah meraih apa yang diimpikan. “Saya sebenarnya sudah mencapai cita-cita tertinggi dalam hidup saya, yaitu punya sepatu,’ ucap Dahlan yang diikuti gelak tawa dari pegawai yang hadir. Beliau menambahkan, ”Paling enak hidup itu mengalir, kalau bisa deras.”

IMG_0470Mengakhiri talkshow tersebut, Dahlan Iskan dan Pak Noeg berfoto bersama dengan seluruh pegawai yang hadir. Sembari berfoto bersama, semua yang hadir secara serempak meneriakkan, BEA CUKAI PPOOLL !

Demikian rangkaian acara menyambut “Sewindu” KPU Bea dan Cukai Tipe Batam pada hari itu. Pak Dahlan beserta rombongan langsung meninggalkan tempat dengan diiringi oleh Pak Noeg dan juga pejabat lainnya.

BEA CUKAI PPOOOLL !!!