Sinergi Bea Cukai Batam dan Kantor Pos Untuk Mempercepat Layanan Barang Kiriman

Batam (28/09/2020). Bertempat di Vanilla Hotel, Bea Cukai Batam menghadiri undangan kegiatan Workshop Agen Pos PT Pos Indonesia (Persero) pada hari Minggu (27/09/2020). Acara ini dihadiri oleh Nanang Suko Sadono selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai I sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari PT Pos Indonesia sebagai salah satu Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dalam memberikan pemahaman tentangimplementasi Permendag No 68 Tahun 2020 kepada para agen pos.

Untuk menekan impor barang konsumsi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telahmenerbitkan Permendag Nomor 68 Tahun 2020 yang telah ditetapkan sejak 19 Agustus 2020dan mulai berlaku tanggal 28 agustus yang lalu. Kepala Kantor Pos Batam Masni membuka acaratersebut dengan menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Batam yang telah hadir dalamkegiatan workshop bersama para agen Pos di Batam.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Nanang yang menjadi perwakilan dari Bea CukaiBatam karena telah hadir dalam kegiatan ini. Duduk bersama kami menjadi narasumber untuk memberikan pemahaman kepada kami semua terkait Permendag 68 dan barang kiriman,” ucap Masni.

Sebelum memasuki materi, Nanang sebagai narasumber memberikan pujian kepada PT Pos Indonesia dalam hal pemberitahuan nilai barang. Pujian itu disampaikan karena PT Pos Indonesia lebih baik dalam hal menyampaikan pemberitahuan nilai barang. Dalam proses pengiriman barang, kejujuran dalam pemberitahuan nilai barang adalah salah satu faktor penting dalam rangka kelancaran arus pengiriman barang.

Selanjutnya terkait Permendag 68 yang saat ini sedang hangat diperbincangkan di kalangan penjual online shop dan reseller adalah mengenai pemasukan barang dari luar negeri menuju Batam. Nanang menyampaikan bahwa sesuai dengan pasal 27, ketentuan dalam peraturan ini
tidak diberlakukan untuk pemasukan barang dari luar negeri menuju Batam, namun terhadap barang tersebut dilarang untuk dikeluarkan dari Batam.

“Harus kita tegaskan kembali bahwa di pasal 27 barang dari luar negeri atau luar daerah pabean menuju batam itu tidak berlaku ketentuan Permendag 68 namun hanya dibolehkan digunakan di Batam saja. Untuk reseller saya rasa masih aman kok, di aturan ini masih boleh untuk mengirimkan barang maksimal 2 pcs melalui skema barang kiriman dan barang bawaan penumpang,” pungkas Nanang.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat memberikan pemahaman kepada para agen pengiriman karena mereka menjadi salah satu unsur dalam memberikan pemahaman kepada pengirim barang.

Bea Cukai Batam sangat terbuka dan selalu siap dalam memberikan edukasi kepada stakeholder. Hal ini merupakan salah satu wujud pelayanan Bea Cukai Batam kepada seluruh elemen masyarakat.