Press Release Penggagalan Upaya Penyelundupan Sabu 26,5 Kg Berkat Sinergi Bea Cukai-Kepolisian

BATAM – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Barelang yang dipimpin Kasat Resnarkoba Kompol Suhardi Hery berhasil menggagalkan narkotika jenis Sabu 26,5 kilogram senilai Rp 25 Miliar dari Tiongkok pada Rabu 30 November 2016 sekitar pukul 10.30 WIB di Bandara Hang Nadim. Selain barang bukti, petugas juga menangkap dua orang pelaku diantara satunya warga negara indonesia berinisial RNP dan satu WNA Taiwan berinisial HCL, diduga kedua pelaku sebagai jaringan sindikat narkoba internasinal. Rencananya barang haram tersebut akan dibawa akan ke Jakarta melalui pesawat, sebelumnya baram tersebut telah berhasil melewati bandara China-Singapura    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mulanya petugas Bea dan Cukai Hang Nadim mencurigai dua buah kiriman berupa lukisan gambar bunda maria yang dikirim melalui kargo bandara. Setelah dicek ditemukan 31 kotak kecil berisi Sabu yang dibalut dengan aluminium foil. Penangkapan kali ini, diduga jaringan narkoba internasional mengambil momen Natal sehingga lukisan yang menyimpan narkoba ini adalah lukisan Bunda Maria. Namun, untuk mengungkap jaringan ini ia akan bekerjasama dengan BNN. “Karena yang mengendalikan barang ini adalah jaringan Lapas Cipinang, diduga lukisan yang sudah dibongkar diedarkan di Jakarta,” uja Kapolda Kepri saat Press Release pada tanggal 9 Desember di Polrestabes Barelang.

                         

 

Kapolda beranggapan, barang tersebut masuk ke Batam karena dianggap jaringan narkoba internasional di Bandara Batam bebas karena memiliki fasilitas FTZ. Tetapi, anggapan jaringan tersebut tidak seperti yang dipikirkan. “Polri sudah bekerjasama dengan Bea Cukai untuk memberantas narkoba, jadi tidak ada bandara yang aman di Indonesia untuk memasukan narkoba,” ujarnya. “Mereka kita kenakan pasal 112 ayat 2 junto pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1, dengan ancaman hukuman mati,” kata dia. (Disadur dari berbagai sumber)