+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id

Batam – Selasa (18/5/16) bertempat di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Batam dilakukan Evaluasi Patroli Laut Terpadu Operasi Gerhana 2016 yang dilakukan sejak 7 April – 7 Mei 2016 di sepanjang Pantai Timur pulau Sumatera. Operasi ini dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Bea dan Cukai (Kanwil BC) Aceh, Kanwil BC Sumut, Kanwil BC Riau Sumbar, Kanwil BC Kepri, dan KPU BC Batam.

cats

“Operasi tersebut berhasil melakukan 27 (dua puluh tujuh) kali penegahan yang terdiri dari barang kategori yang dilarang untuk dimasukan ke dalam negeri dan terdapat kapal tanker bermuatan aspal dan kapal yang membawa amonium nitrat diduga akan digunakan untuk membuat bahan peledak dimana kasus tersebut saat ini sedang dalam proses penyidikan, ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), dan dilimpahkan ke Balai Karantina,” ujar Akhmad Rofiq, Kasubdit Penindakan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2).

cats2

Daerah Patroli Operasi Gerhana meliputi Perairan Selat Malaka, dan juga pada Wilayah Kerja Kanwil BC Aceh, Kanwil BC Sumut, Kanwil BC Riau Sumbar, Kanwil BC Kepri, dan KPU BC Batam. Pelaksanaan Paroli Operasi Gerhana secara umum berjalan dengan baik dan satuan tugas DJBC berhasil melakukan pemeriksaan kapal sebanyak 272 kali dimana atas dasar pemeriksaan tersebut dihasilkan 27 (dua puluh tujuh) penegahan, baik barang impor maupun ekspor.

cats3

Hasil Patroli Operasi Gerhana di atas membuktikan keseriusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menjaga masuk dan keluarnya barang-barang ilegal yang dapat berperan serta mempengaruh perekonomian rakyat Indonesia. Masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di wiayah laut pesisir timur Sumatera merupakan tugas bersama DJBC beserta instansi penegak hukum lain di wilayah laut untuk terus bersinergi dan saling mendukung atas tugas dan fungsinya tersebut.

WhatsApp chat