+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id

Pada Hari Kamis, 2 Juli 2015, Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)) mengadakan press conference yang bertempat di Gudang Bulog, Batu Ampar, Batam.  Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan diawali sambutan oleh Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi didampingi pejabat Bea dan Cukai dari Kantor Wilayah Kepulauan Riau dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Terdapat 110,575 ton beras selundupan hasil penindakan Kanwil Kepri dan Bea Cukai Batam selama 2014-2015 yang status nya adalah Barang Milik Negara (BMN). Beras hasil tangkapan tersebut dijadikan BMN yang kemudian diserahkan kepada Bulog dan diperuntukkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan warga kurang mampu di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dan Batam.

Untitled-1

Terdapat lima opsi penyelesaian terhadap beras hasil penindakan kepabeanan, yaitu dilelang, dihibahkan, dihapuskan, dimusnahkan, atau ditetapkan status penggunaannya. Penyaluran hasil penindakan dengan cara ini disambut baik oleh Kanwil Kepri karena dapat membantu Bea dan Cukai untuk lebih mengefektifkan fungsi beras sitaan kepada masyarakat sebelum rusak karena ditimbun. Dirjen Bea dan Cukai mengatakan bahwa ini adalah bentuk koordinasi pemanfaatan dan efisiensi BMN, oleh sebab itu melihat manfaat yang dihasilkan sinergi yang pertama ini diharapkan dapat terus berjalan.

Untitled-2

Untuk selanjutnya, bukan hanya komoditi beras yang akan dimanfaatkan dengan cara seperti ini, tetapi juga hasil penindakan komoditas lain seperti gula serta sembako lainnya.  Acara ditutup dengan serah terima beras oleh Dirjen Bea dan Cukai kepada perwakilan Bulog.

WhatsApp chat