+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id

Batam – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperketat pengawasan pada Selat Malaka dengan menyelenggarakan Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (PATKOR KASTIMA) mengingat tingginya arus lalu lintas kapal di wilayah tersebut  yang menyebabkan meningkatnya potensi pelanggaran Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang lain yang penegakkannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

PATKOR KASTIMA yang diselenggarakan pada tahun ini merupakan Operasi Patroli Laut Bea dan Cukai tahunan yang ke-22. Operasi ini diselenggarakan dalam 2 tahapan, yaitu Operasi PATKOR KASTIMA 22A / 2016 pada tanggal 7-21 September 2016 dan Operasi PATKOR KASTIMA 22B / 2016 pada tanggal 08-22 November 2016. Pembukaan Operasi PATKOR KASTIMA diselenggarakan di Malaysia. Wilayah Operasi PATKOR KASTIMA meliputi sepanjang Selat Malaka mulai dari Perairan Batam hingga Perairan Kuala Langsa, baik teritorial Indonesia maupun Malaysia.

  untitled-1

Pada periode pertama, telah berhasil dilakukan penindakan sebanyak 12 kali, yaitu 8 kapal penyelundup bawang merah dengan total barang bukti sebanyak 147 ton bawang merah, 3 kapal membawa barang campuran tanpa dilengkapi dokumen PPFTZ-01, serta 1 kapal membawa 51 orang TKI (human trafficking). Nilai total barang bukti ditaksir sebesar RP1.393.333.500 dengan penyelamatan potensi kerugian Negara sebesar Rp479.538.812. Sementara di periode ke dua  telah berhasil dilakukan penindakan sebanyak 14 kali dengan pelanggaran  yang beragam. 7 kapal ditegah karena memuat barang tanpa dilengkapi dokumen PPFTZ-01, 6 kapal ditegah karena memuat dokumen tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan serta 1 kapal membawa 42 orang TKI (human traficking). Dari segi komoditas, yang ditegah merupakan jenis barang campuran, peralatan elektronik, bahan bangunan, kayu bakau dan kayu nireh, besi dan bawang serta manusia. Saat ini pelanggaran-pelanggaran yang telah berhasil dilakukan penindakan pada dua periode Patroli tersebut sudah dalam proses penelitian lebih lanjut.

untitled-1

Operasi PATKOR KASTIMA ditutup di Batam, Indonesia. Penutupan Operasi PATKOR KASTIMA diselenggarakan dengan serangkaian kegiatan pada tanggal 22-24 November 2016. Pada tanggal 23 November 2016 dilaksanakan penyambutan Pengarah Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Datuk Khazali di Pelabuhan Internasional Habour Bay.

     untitled-i1

Kemudian dilanjutkan dengan acara Gala Dinner yang diikuti oleh seluruh peserta Operasi PATKOR KASTIMA di Hotel Novotel. Dalam acara ini, para pegawai perempuan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempersembahkan 2 tari khas dari Indonesia. Yang pertama adalah tari sekapur sirih yang merupakan tarian pennyambut tamu agung yang datang, tarian ini juga menggambarkan keramahantamahan serta kelembutan darah melayu. Tari ini berasal dari Jambi. Yang kedua adalah Mappa Dendang yang menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan yang menjunjung tinggi nilai religius, kebersamaan, kekompakan dan gotong royong. Tari ini berasal dari Sulawesi Selatan.

   untitled-2

Pada tanggal 24 November 2016 dilaksanakan Upacara Penutupan PATKOR KASITMA di Ocarina, Batam. Pada Upacara Penutupan PATKOR KASTIMA ini, pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari Kantor Pangkalan Sarana Operasi Tanjung Balai Karimun menampilakan Kolone Senjata dan Yel-yel. Penampilan ini menunjukan kedisiplinan dan kekompakkan para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Setelah upacara dilaksanakan konferensi pers mengenai hasil dari Operasi PATKOR KASTIMA.

Diselenggarakannya operasi ini merupakan bukti keseriusan Bea dan Cukai dalam melakukan pengawasan untuk mengamankan wilayah perairan Indonesia dari penyelundup.

WhatsApp chat