Penasaran dengan progres BLE dan NLE? Ini Tiga Hal Yang Harus Kamu Tahu

Batam, (4/12/2020). Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebagai bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) telah diimplementasikan dan
penyempurnaan terus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di
lapangan.

TPS Online dan Autogate System di Pelabuhan Batu Ampar

“Progres dari BLE, pertama dari sisi infrastruktur, BP Batam selaku
pengelola dari Pelabuhan Batu Ampar telah menyiapkan Autogate System,
dan softwarenya telah dilakukan UAT dengan menggandeng PBM
(Perusahaan Bongkat Muat),” ujar Kepala Subbagian Dukungan Teknis
(Kasubbag Duknis) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Hery
Rusdaman.

UAT atau User Acceptance Test adalah suatu proses pengujian yang
dilakukan oleh pengguna dengan hasil output sebuah dokumen hasil uji
yang dapat dijadikan bukti bahwa software sudah diterima dan sudah
memenuhi kebutuhan yang diminta.

Selain Autogate System, Hery juga menjelaskan bahwa PT Persero Batam
selaku pengusaha TPS (Tempat Penimbunan Sementara) di Pelabuhan
Batu Ampar telah menyiapkan TPS Online.

“Untuk hardware, lelang perangkat beserta sistem Autogate sudah ada
pemenang lelangnya, sedang tahap konfigurasi integrasi dengan sistem
TPS,” tambah Hery.

Layanan STS-FSU

Kemudian Hery menjelaskan terkait implementasi STS-FSU (Ship to
Ship-Floating Storage Unit
).

“STS-FSU bisa diakses di bcbatam.beacukai.go.id/layanansts, sudah ada
transaksi riil sebanyak 19 kali,” jelas Hery.

Selain kepabeanan, layanan STS-FSU juga berhubungan dengan entitas
kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PKKA
(Pemberitahuan Keagenan Kapal Asing) dan INAPORTNET merupakan
layanan milik Kemenhub yang berhubungan dengan layanan STS-FSU.

”Lalu Omni Channel, kolaborasi layanan STS-FSU dan PKKA
(Pemberitahuan Keagenan Kapal Asing) sudah dapat diakses melalui
INAPORTNET,” lanjut Hery.

Untuk pengembangan lanjutan STS-FSU di Portal NLE saat ini sudah
mencapai 80%.

Kolaborasi Platform Private Sector

BLE dan NLE merupakan satu platform rantai pasok barang yang
mengakomodasi mulai dari hulu hingga hilir, dan mempertemukan entitas
pemerintah dan entitas bisnis, atau skema G to G, G to B, dan B to B.
Sektor bisnis yang terdapat pada platform tersebut adalah trucking.

“Saat ini untuk entitas trucking, terdapat empat perusahaan dan lima
perseorangan yang telah join dengan total armada sebanyak 42 truck, dan
telah terjadi transaksi riil sebanyak enam transaksi,” tambah Hery.
Selain sembilan entitas tersebut, Hery menyampaikan sedang proses join
sebanyak tiga entitas trucking.

“Terkait trucking dan warehouse, PT Persero Batam telah melakukan
joint development dengan NLE,” pungkas Hery.