Pangkas Devisa Luar Negeri, Bea Cukai Batam Dukung Pengembangan KEK Batam Aero Technic

Batam Aero Technic (BAT) siap menjadi pusat Industri Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) terkemuka di Indonesia maupun dunia. Kehadiran KEK BAT diharapkan mampu memangkas devisa 65 sampai dengan 70 persen dari kebutuhan perawatan pesawat maskapai penerbangan nasional yang nilainya mencapai 26 triliun rupiah terus mengalir ke luar negeri.

BAT telah mendapat rekomendasi untuk ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam bersama dengan Nongsa Digital Park (NDP) dari Dewan Nasional KEK pada Sidang Dewan Nasional KEK Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Penetapan KEK akan memberikan banyak insentif bagi industri tekait berupa keringanan perpajakan dan bea masuk, kemudahan perizinan, dan percepatan lalu lintas barang.

Bea Cukai Batam lakukan kunjungan lokasi ke Batam Aero Technic (BAT) di Kecamatan Nongsa, Batam untuk melakukan asistensi terkait fasilitas yang akan diperoleh oleh KEK BAT di bidang kepabeanan dan cukai. Kunjungan kali ini merupakan rangkaian asistensi Bea Cukai Batam terhadap industri yang ditetapkan sebagai KEK baru yang berada di Batam.

“Kami mengharapkan dukungan dan asistensi dari Bea Cukai agar kegiatan industri BAT bisa berkembang sesuai harapan.” – ucap Redy, Direktur Pengawas BAT

Batam Aero Technic (BAT) merupakan salah satu industri pesawat terbang yang bergerak di bidang Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) di Indonesia. Saat ini BAT hanya melayani pesawat-pesawat milik maskapai Lion Air Group. BAT menargetkan pembangunan Kawasan Khusus Dirgantara di Batam akan selesai pada tahun 2030 dan mampu menyerap 9.976 tenaga kerja baru. Investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan BAT mencapai 6,2 triliun rupiah. Kawasan seluas 30 hektare ini akan terus dikembangkan hingga mampu menampung 53 pesawat sekaligus. Tak hanya milik Lion Air Group, tetapi pesawat milik maskapai lain dari dalam negeri maupun maskapai dari luar negeri.

\