Menjelang Implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) Batam, Kemenko Maritim dan Investasi Apresiasi Bea Cukai Batam

Dalam rangka implementasi kebijakan dan rencana aksi implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) Batam yang mencakup government to government, government to business, dan business to business telah dilakukan kunjungan lapangan yang diinisiasi oleh Tim Kemenko Maritim dan Investasi pada Kamis (10/09/2020) di Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Kabil. Kunjungan ini dipimpin oleh Penasihat Khusus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio dan dihadiri oleh Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Agus Sudarmadi dan KepalaKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Susila Brata serta pimpinan instansi terkait.

Marsetio menyampaikan bahwa pelabuhan menjadi perhatian karena pelabuhan adalah salah satu unsur penting dalam penerapan Batam Logistic Ecosystem (BLE). Batam Logistic Ecosystem (BLE) akan efektif apabila pelabuhan memiliki sarana dan prasarana yang baik dan up to date, karena hal tersebut berhubungan dengan kelancaran arus barang yang masuk ataupun keluar dari dan ke Batam. Marsetio menekankan semua instansi terkait agar tidak mempersulit para pengusaha yang akan melakukan kegiatan eskpor atau impor, serta menjaga integritas para pegawainya yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan para pelaku usaha. “Saya bosan mendengar keluhan para pengusaha, di Singapura perizinan bisa selesai dalam waktu 6 jam, di Indonesia sampai 7 hari, Menteri (Menko Manves) marah sekali ini” ucap Marsetio dihadapan para pimpinan instansi di Batam.

Marsetio mengapresiasi langsung kepada para pimpinan yang hadir pada kunjungan tersebut karena telah membantu investor yang akan melakukan kegiatan usaha di Batam, khususnya kepada Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Susila Brata karena sangat membantu para pelaku usaha di Batam. “Terima kasih Pak Susila dari Bea Cukai Batam yang sangat responsif dan inisiatif ketika dahulu saya hubungi untuk memfasilitasi kapal masuk Batam, sangat membantu sekali untuk iklim investasi di Indonesia khususnya Batam” kata Marsetio.

Adanya Batam Logistic Ecosystem (BLE) merupakan tindak lanjut dari National Logistic Ecosistem (NLE) yang merupakan sebuah platform untuk mempertemukan komunitas logistik di sektor permintaan yang kini sudah ada di CEISA yaitu importir/eksportir dengan komunitas logistik di sektor supply yaitu penyedia jasa logistik. Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir dapat melihat dan memilih harga dan kualitas atas ketersediaan truck, vessel, dan warehouse dalam satu aplikasi.

Batam Logistic Ecosystem (BLE) menjadi penting karena dirancang menyesuaikan kondisi Batam sebagai sebuah Kawasan Bebas (Free Trade Zone), dimana Free Trade Zone (FTZ) memiliki perbedaan di beberapa sisi peraturan, seperti sisi kepabeanan. Bea Cukai Batam sebagai salah satu instansi pemerintah yang turut berperan dalam pelayanan dan pengawasan arus barang di Batam juga mendukung penuh adanya platform Batam Logistic Ecosystem (BLE).