Membahas STS dan FSU, Bea Cukai Batam adakan audiensi bersama perusahaan pelayaran

Batam (28/9) – Kamis (24/9), Bea Cukai Batam melaksanakan audiensi dengan PT Pelayaran Indoproof Setia, PT Pelayaran Melati Samudera dan PT Jaticatur Niaga Trans. Audiensi ini membahas pentapan Kawasan pabean dari lokasi kegiatan ship to ship transfer (STS) dan Floating storage unit (FSU) di perairan Batu Ampar. Perusahaan ingin dapat memahami lebih lanjut tentang kejelasan area dan juga proses bisnis dalam kegiatan STS dan FSU.

Rizki Baidillah selaku Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi yang bertindak sebagai moderator menyampaikan bahwa Bea Cukai Batam sangat peduli dalam hal memberikan pelayanan berupa kejelasan area dan proses bisnis.
“Kami (Bea Cukai Batam) sangat concern dalam hal kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa. Apalagi hal yang berkaitan dengan kelancaran proses bisnis dan kepastian area.” Ucapnya dalam membuka kegiatan tersebut.

Lebih lanjut untuk skema STS, dilakukan  menggunakan ketentuan angkut lanjut. Untuk kegiatan FSU akan dibuat dengan skema seperti Kawasan pabean karena dari segi proses bisnis FSU itu layaknya tempat yang terapung sehingga mirip seperti Kawasan pabean namun berada di tengah laut.
Selanjutnya Akbar Harfiantio selaku Kepala Kepala BIdang Perbendaharaan dan Keberatan menambahkan bahwa Bea Cukai tidak memiliki kewenangan untuk menentukan titik koordinat karena hal itu merupakan wewenang dari KSOP. Untuk itu kepada para perusahaan apabila ingin mengajukan titik koordinatdan menunjuk area lokasi dapat meminta dan mengajukan kepada KSOP dan BP Batam.

Untuk penetapan kawasaan pabean kepada perusahaan untuk tetap mengajukan secara formal kepada Bea Cukai Batam sehingga dapat ditetapkan sebagai Kawasan pabean.Diharapkan kedepannya hal ini dapat menjadi pemicu dan daya tarik bagi Batam sebagi wilayah yang baik untuk berbisnis demi meningkatkan industri dalam skala yang lebih besar.