Memajukan Bisnis Kemaritiman, Bea Cukai Optimalkan Layanan dengan Penerapan BLE

Batam (20/11) – Bea Cukai Batam diundang sebagai narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Kemaritiman bertempat di Hotel Golden Bay Bengkong pada Kamis (19/11).

Diskusi ini diselenggarakan oleh Indonesia Maritime Pilots’s Association (INAMPA) yang membahas tentang Penguatan Kemaritiman dengan tema “Peluang, Tantangan dan Sinergi untuk memajukan Bisnis Maritim KEPRI khususnya Kota Batam dan sekitarnya”.

Dalam diskusi ini, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan, Akbar Harfianto, menjelaskan optimalisasi layanan Bea Cukai dalam meningkatkan bisnis maritim di Batam dan sekitarnya dengan mengimplementasikan Batam Logistic Ecosystem (BLE).

“penerapan BLE ini sudah berjalan, dan menghasilkan rata-rata pelayanan ship to ship/ floating storage unit (STS/FSU) yang sebelumnya layanan dari 3 hari menjadi 1 hari saja,” papar Akbar saat menyampaikan materi.

https://bcbatam.beacukai.go.id/sambut-peserta-sosialisasi-pmk-97-tahun-2020-kepala-kantor-bea-cukai-batam-ble-mempermudah-pelaku-usaha/

Selain mengintegrasi sistem layanan STS/FSU, Bea Cukai Batam juga sedang mengembangkan auto gate system dan melakukan kerja sama dengan pihak pengelola pelabuhan untuk menerapkannya.

https://bcbatam.beacukai.go.id/bea-cukai-batam-inisiasikan-penerapan-tps-online-dan-auto-gate-system

Penguatan ini bukan peran Bea Cukai saja, namun merupakan suatu peran dari Pemerintah dan kolaborasi semua pemangku kepentingan untuk memfasilitasi proses pergerakan barang terutama barang-barang post border dalam rangka meningkatkan efisiensi.

Hal tersebut sejalan dengan penyampaian materi dari Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, “perlu adanya pembangunan yang dilaksanakan secara sinergis, mengurangi egosektoral, menyederhanakan birokrasi sehingga memiliki daya saing global.”

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh President INAMPA, dan juga dihadiri oleh PJS Walikota Batam, Danguskamla Koarmada I, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Bakamla, Kepala KSOP Batam, Basarnas Batam, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, para direktur utama dan instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja, menerangkan bahwa acara ini adalah upaya bersama-sama untuk memajukan kemaritiman di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Pulau Batam. Herman juga mengatakan bahwa potensi ekonomi kemaritiman di Indonesia diprediksi capai 1,33 Trilliun USD, dan khususnya wilayah Kepri sekitar 10 Miliar USD.

“dengan potensi besar seperti itu, kita akan dihadapkan dengan banyak tantangan, untuk itu kita perlu sinergi dari seluruh pihak kepentingan dan kami mengucapkan terimakasih kepada narasumber yang telah hadir dalam acara ini,” ucap Herman.