KUNJUNGAN SISWA SMA KATOLIK YOS SUDARSO

BATAM – Kamis (21/4) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Batam menerima kunjungan 6 (enam) siswa dari SMA Katolik Yos Sudarso Batam Centre. Dalam kunjungannya, siswa tersebut bertujuan ingin melakukan tanya jawab seputar Pengawasan Dalam Bidang Kepabeanan, Bagaimana Proses Masuk dan Keluarnya Barang dari/keluar Batam, dan Beredarnya Barang Ilegal di Batam.

IMG_8312-tile

Bertempat di Ruang Rapat KPU BC Batam Lantai II, Staff Layanan Informasi (LI) Galuh Cahyantino dan Moh. Rifqy menjelaskan bagaimana alur keluar dan masuknya barang dari dan keluar Batam. Salah satu peserta bertanya “Pengertian barang ilegal menurut bapak (narasumber) itu seperti apa?”.

IMG_8316-tile

“Barang ilegal adalah barang yang masuk ke daerah pabean tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah”, ujar Galuh. Lanjut pada materi berikutnya yaitu penjelasan mengenai letak Batam yang strategis sebagai pintu masuknya barang dari luar negeri dan juga beberapa peraturan yang mengikat. “Batam termasuk dalam wilayah Free Trade Zone atau biasa disebut FTZ, yaitu zona perdagangan bebas. Dimana barang Impor yang masuk ke Batam mendapatkan fasilitas penangguhan Bea Masuk sehingga beberapa jenis barang di Batam lebih murah dibanding di daerah lain.” Tambah Rifqy.

IMG_8307-tile

“Lalu apa sajakah barang yang paling sering masuk ke Batam?” ujar Deveyana, salah satu peserta. Ada beberapa komoditi yang paling sering masuk ke Batam, seperti barang elektronik, pakaian, dan juga sembako (Beras, Gula, Bawang). Dalam sesi tanya jawab ini dijelaskan juga mengenai langkah dari Bea dan Cukai untuk mengurangi kegiatan ilegal di Batam, yaitu penambahan armada kapal patroli untuk kegiatan pengawasan di sektor laut, melakukan kerjasama dengan beberapa instansi penegak hukum lain (TNI dan POLRI) dengan menggelar operasi bersama, dan juga pemasangan radar Coastal Surveillance System (CSS) untuk mengawasi kapal yang sulit dijangkau dengan patroli laut.

IMG_8325-tile

Bertepatan dengan Hari Kartini 21 April 2016, Staff wanita dari seksi LI, Sagitalia dan Putri Monica juga memberikan motivasi kepada para siswa dan siswi yang masih duduk di bangku sekolah tersebut untuk terus berjuang menuntut ilmu tanpa mengenal kata menyerah. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.