Kinerja Moncer di 2020, DPD RI Kepulauan Riau Berikan Apresiasi Tinggi kepada Bea Cukai Batam

Batam (21/12) – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Kepulauan Riau berikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Bea Cukai Batam di tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh ketua rombongan DPD RI Kepulauan Riau, Dr. Richard Hamonangan Pasaribu, B.Sc, M.Sc saat melakukan kunjungan ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam pada Senin (21/12).

“Saya sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepala Bea Cukai Batam atas kinerja dan prestasi yang telah dicapai, belum tutup tahun tetapi capaian penerimaan sudah di atas 100% semua,” ucap Richard.

Dalam kesempatan ini Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata memaparkan capaian kinerja Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam kepada rombongan DPD RI Kepulauan Riau. Mulai dari capaian penerimaan, pengembangan sistem, pemberian fasilitas, serta penindakan yang dilakukan sepanjang tahun 2020.

Seperti yang dijelaskan oleh Susila Brata, Bea Cukai Batam telah berhasil mengumpulkan penerimaan sebesar Rp. 290,67 Miliar atau 109,64% dari target yang telah ditentukan. Penerimaan tersebut bersumber dari penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai. Penerimaan bea masuk sebesar Rp. 250,54 Miliar, penerimaan bea keluar sebesar 24,38 Miliar, dan penerimaan cukai sebesar Rp. 15,75 Miliar.

Pada tahun 2020, Bea Cukai Batam juga melakukan pengembangan sistem manajemen logistik di Batam melalui sistem yang disebut dengan Batam Logistic Ecosystem atau BLE. Tujuan dari pengembangan sistem manajemen logistik di Batam adalah untuk memberi kemudahan kepada para pengusaha dalam menjalankan usahanya. Mulai dari perizinan usaha, arus lalu lintas barang, imigrasi, karantina, sandar kapal, bongkar-muat hingga trucking barang.

BLE juga akan memangkas biaya dan waktu pelayanan terhadap logistik di Batam. Pelayanan yang awalnya dilakukan secara serial saat ini dilakukan secara pararel sehingga janji layanan yang awalnya memakan waktu tiga sampai dengan empat hari berubah menjadi paling lama enam jam sejak diberlakukannya BLE.

“Saya juga mengapresiasi Bea Cukai Batam karena mampu membuat sistem baru yaitu sistem pemetaan logistik melalui BLE, dimana proyeksinya akan menciptakan efisiensi 70% hingga 90%. Hal ini akan menciptakan iklim investasi yang baik di Kota Batam,” tambah Richard.

Selain itu Susila juga menjelaskan bahwa selama masa pandemi COVID-19 Bea Cukai Batam telah memberikan fasilitas kemudahan impor barang penanggulangan COVID-19 seperti masker dan alat pelindung diri (APD). Sampai dengan Desember 2020, ada 290 dokumen terkait pemberian fasilitas kemudahan impor dan pengeluaran barang tersebut.

Bea Cukai Batam telah melakukan penindakan terhadap barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan sebanyak 505 kali sepanjang tahun 2020. Total nilai barang yang ditegah oleh Bea Cukai Batam sebanyak Rp. 162,51 Miliar. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp. 127, 65 Miliar.

Ke depannya Bea Cukai Batam dan DPD RI Kepulauan Riau akan melakukan kerja sama dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengurangi angka pelanggaran, meningkatkan kepatuhan masyarakat dan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang berlaku terkait lalu lintas barang di Indonesia.