Kepala Kantor Bea Cukai Batam Berikan Apresiasi atas Penggagalan Penyelundupan Rokok dan Miras Ilegal

Batam (28/10/2020) – Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, berikan apresiasinya kepada para pegawai yang bertugas dalam patroli laut Jaring Sriwijaya atas penindakan yang dilakukan terhadap upaya penyelundupan rokok dan miras ilegal. Hal tersebut disampaikan oleh Susila Brata pada apel yang dilaksanakan pada Selasa (27/10) di PSO Bea dan Cukai Batam.

“Saya mewakili pimpinan, Menteri Keuangan, Dirjen Bea Cukai, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah berkomitmen dan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan miras dan rokok ilegal.” ujarnya.

Kepala PSO Bea Cukai Batam, Waloyo, juga menyampaikan bahwa Bea Cukai terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pengawasan kepabeanan.

“Untuk hal-hal besar yang menjadi concern pimpinan dan dampak besarnya terhadap nasional, baik dalam perekonomian maupun dampaknya terhadap masyarakat, itu kita terus upayakan. Dan ini merupakan salah satu bukti yang berhasil dilakukan rekan-rekan.”, jelasnya.

Bukti lainnya yang berhasil ditunjukkan oleh Bea Cukai adalah menurunnya angka peredaran rokok ilegal. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), angka peredaran rokok ilegal turun menjadi sebesar 3% pada tahun 2019. Penurunan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang masih berada di angka 7%. Untuk tahun 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan angka ini bisa turun menjadi 1%. Susila Brata menyampaikan bahwa survei ini dilakukan murni inisiatif UGM, bukan permintaan dari Kementerian Keuangan maupun DJBC.

Bea Cukai terus berkomitmen dan melakukan berbagai upaya dalam mengamankan penerimaan negara. Bea Cukai juga senantiasa meningkatkan koordinasi dan sinergi antar unit kantor dalam melakukan pengawasan kepabeanan. Operasi Patroli Terpadu Jaring Sriwijaya merupakan salah satu wujud dari peningkatan koordinasi dan sinergi tersebut. Operasi ini merupakan sinergi antara Bea Cukai Wilayah Kepulauan Riau, Bea Cukai Batam, PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, dan PSO Bea Cukai Batam.

Sebelumnya, para petugas yang tergabung dalam Operasi Jaring Sriwijaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal tanpa pita cukai sebanyak 50 juta batang pada Kamis (22/10). Rokok ilegal tersebut diperkirakan bernilai sebesar Rp 37 M. Dengan perkiraan jumlah kerugian yang dapat dialami negara mencapai sekitar Rp 52 M. Upaya penyelundupan tersebut dilakukan dengan modus Ship to Ship (STS) oleh kapal kayu KLM. PRATAMA dengan 1 unit high speed craft (HSC) di Perairan Berakit, Bintan.

Tak hanya itu, pada Selasa (20/10) Bea Cukai juga berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 unit HSC tanpa nama di perairan Pulau Nyamuk. HSC tersebut kedapatan membawa minuman keras impor tanpa dokumen kepabeanan dan memasuki wilayah Indonesia secara ilegal.