Jalin Kekompakan dan Sinergi, Kemenkeu Adakan Silaturahmi Bertajuk Family Gathering

Batam (31/10) – Dalam rangka Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang ke-74, Kementerian Keuangan mengadakan Family Gathering di Gedung Kementerian Keuangan secara virtual pada hari ini (31/10/2020). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memupuk kebersamaan dan mempererat hubungan keluarga besar di Kemenkeu untuk meningkatkan sinergi.

Tahun ini, peringatan HORI ke-74 dirayakan di tengah situasi yang penuh tantangan.  Meskipun demikian, hal tersebut tidak menurunkan semangat seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menyemarakkan acara family gathering dengan berpartisipasi yang penuh dengan antusias.

Acara dibuka dengan mendengarkan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal, Hadiyanto, untuk menutup rangkaian seluruh kegiatan HORI. Hadiyanto mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menkeu dan seluruh jajaran pegawai Kemenkeu dalam acara tersebut.

“seperti yang kita tahu bahwa kita sudah selesai melaksanakan pelaksanaan kegiatan HORI, dan hari ini kita akan menutup acara ini dengan menyelenggarakan virtual family gathering.” ujar Hadiyanto.

Dengan tema acara yaitu “Peduli, Responsif, Adaptif Atasi Pandemi, Bangkitkan Ekonomi” ini diikuti oleh Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, Para Pejabat Eselon I, dan seluruh jajaran Kementerian Keuangan beserta keluarga.

“Selamat Hari Oeang yang ke-74 untuk kita semua. Mari bersama-sama, merapatkan barisan, dan saling mendukung untuk membangun kembali ekonomi Indonesia pada saat menghadapi tantangan Covid-19.” ucap Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia, dalam sambutannya.

Acara ini dikemas dengan sangat menarik dengan menampilkan hasil karya para pegawai Kemenkeu, lelang barang UMKM dan preloved pimpinan Kemenkeu, hingga menampilkan special performance di tengah acara.

Dalam penutupan acara tersebut, Sri Mulyani berpesan kepada seluruh pegawai untuk senantiasa berpikir positif dan mampu berkontribusi sebaik-baiknya serta memaksimalkan kinerja di tengah keterbatasan. Termasuk meringankan masyarakat terdampak, dan beradaptasi dengan perubahan yang mendadak. Serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan melalui reformasi struktural.