Efektifitas Fasilitas Free Trade Zone Di Pulau Batam Capai 109.97%

Batam (17/09) – Rata-rata persentase efektifitas fasilitas Free Trade Zone (FTZ) di pulau Batam sampai pada bulan Agustus mencapai 109.97%. Angka tersebut merupakan hasil dari perbandingan devisa ekspor barang hasil produksi dengan nilai impor CIF (Cost, Insurance, and Freight) barang atau bahan produksi.

“Berdasarkan data-data pemasukan dan pengeluaran barang ke dan/atau dari Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam didapati jumlah devisa ekspor barang hasil produksi sampai Bulan Agustus sekitar Rp 22.2 trilyun sedangkan jumlah nilai impor CIF dari barang/ bahan produksi sekitar Rp 20.2 trilyun”, papar P Dwi Jogyastara selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai II Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe B Batam.

Dwi juga menjelaskan bahwa efektifnya fasilitas FTZ di pulau Batam dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang berinvestasi di pulau Batam dengan tujuan mendapatkan fasilitas FTZ. Semakin banyak perusahaan yang berinvestasi di pulau Batam maka semakin efektif fasilitas FTZ di pulau Batam. Tak hanya dari jumlah perusahaan, efektifitas FTZ juga dilihat dari barang-barang konsumsi yang mendapatkan kuota dari BP Batam.

Pada dasarnya pembentukan FTZ di Pulau Batam adalah untuk menjadi kawasan industri yang diharapkan mampu menjadi pionir gerakan industrialisasi nasional, meningkatkan investasi dan meningkatkan produksi industri yang berorientasi ekspor.

Pernyataan tersebut disampaikan Dwi pada saat rapat Dialog Kinerja Organisasi (DKO) pada hari Rabu (09/09) bertempat di ruang rapat Sambu KPU Batam. Pelaksanaan DKO ini bertujuan untuk memantau perkembangan organisasi dan melaksanakan evaluasi atas kinerja organisasi dalam rangka memberikan percepatan pelayanan dan memperlancar lalu lintas logistik impor dan ekspor sehingga menjadi salah satu parameter untuk mewujudkan iklim usaha yang semakin kondusif.