Direktur Kepatuhan Internal Sebut Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai Harus Dijadikan Indikator Kinerja Utama

Batam (16/11) – Direktur Kepatuhan Internal, Agus Hermawan mengatakan bahwa semua inisiatif strategis yang menjadi bagian dari Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) perlu dijadikan sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) oleh setiap satuan kerja. Dengan demikian setiap kegiatan memiliki perencanaan dan target yang terukur.

Hal tersebut disampaikan saat sesi PRKC Talk dalam kegiatan Town Hall Meeting DJBC yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting Media Teleconference pada Selasa, (16/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan PRKC Berkelanjutan yang diikuti secara serentak oleh seluruh unit kerja DJBC se-Indonesia.

Menurut Agus, PRKC memberikan dampak tersendiri bagi instansi. Sejak dimulainya program ini setiap satuan kerja memiliki rencana aksi dan capaian kerja yang baik atas rencana aksi tersebut.

“Saya memberikan apresiasi terhadap seluruh satuan kerja yang telah serius dan semangat dalam menjalankan PRKC. Saya melihat setiap satuan kerja sudah memiliki rencana aksi dan sudah menjalankan rencana aksi tersebut hingga mendapat capaian kerja yang baik,” kata Agus.

Saat ini sudah ada beberapa inisiatif strategis dalam PRKC yang dijadikan IKU. Di antaranya adalah kegiatan joint programme dan kegiatan penegakan hukum kepabeanan dan cukai yang sudah dilaksanakan oleh setiap satuan kerja DJBC di seluruh daerah.

Ke depannya Agus berharap setiap inisatif kerja yang ada di unit kerja mampu dijadikan IKU. Setiap satuan kerja perlu melakukan penelitian, penetapan target dan monitoring terhadap inisiatif strategis yang kemudian akan diriviu oleh Direktorat Kepatuhan Internal sebelum diresmikan menjadi IKU.

Sejak PRKC dicanangkan, telah banyak rencana aksi dan inisiatif strategis yang dilaksanakan oleh Bea Cukai Batam. Di antaranya melakukan pemetaan dan pemantauan titik rawan integritas melalui gerakan sadar sistem pengendalian internal.

“Kami telah melakukan kegiatan sosialisasi tentang penguatan integritas kepada seluruh pegawai, kegiatan bimbingan mental dan rohani, dan melakukan edukasi dan reminder melalui greeting yang dipasang di seluruh ruangan dan pos bantu,” tutur Undani, Agen Duta Transformasi Bea Cukai Batam.

Ada kegiatan khas pada Bea Cukai Batam dalam mendukung PRKC yaitu One Section One Action One Sharing Session. Dalam kegiatan tersebut setiap pimpinan di berbagai level diminta untuk memberikan edukasi, berbagi kemampuan dan pengalaman dengan anggotanya.

Di Bea Cukai Batam juga telah dibentuk Agen Penyuluh Integritas yang diharapkan mampu menjadi role model bagi pegawai lainnya dalam melaksanakan pekerjaan dengan penuh integritas. Pola komunikasi antar bidang juga terus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan Bea Cukai Batam.