Di HUT Bea Cukai Ke-74, Sri Mulyani: Terima Kasih Atas Komitmen Bea Cukai Menjalankan Tugas Meski COVID-19

Batam (3/10/2020). Memasuki usianya yang ke-74 tahun, Bea Cukai selenggarakan perayaan secara live melalui Channel YouTube Kanal Bea Cukai TV pada Sabtu, (03/10/2020). Hari Ulang Tahun (HUT) Bea Cukai kali ini mengusung tema “Saling melengkapi dalam keberagaman, membangun Pertiwi dalam kebersamaan”.

Turut hadir dalam acara ini yaitu Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ia mengungkapkan bahwa tema yang diangkat pada HUT Bea Cukai Ke-74 sesuai dengan semangat untuk menjaga keberagaman dan kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mars bea cukai dibuat dengan gamelan, memakai topi adat, dan hal seperti itu tentunya sebagai wujud Bea Cukai memiliki semangat keberagaman,” ucap Sri.

Lanjutnya, ia menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 merupakan tantangan yang dihadapi seluruh negara di dunia.

“Seluruh dunia menghadapi COVID-19 ini, semua ingin mengelola dan mengatasinya, COVID-19 ini penyakit tapi dampaknya ke segala bidang. Hari ini di dalam Hari Bea Cukai, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah komitmen dan disiplin menjalankan tugas, meskipun tantangan yang ada kini bertambah dengan adanya COVID-19,” ujar Sri.

Bea Cukai merupakan garda terdepan bangsa Indonesia sebagai pengawas masuk dan keluarnya barang di perbatasan negara, menjadikan potensi dan risiko tertular berbagai macam penyakit termasuk COVID-19 menjadi tinggi.

COVID-19 memberikan dampak pada melemahnya ekonomi nasional. Pemerintah dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasionalnya diharapkan dapat segera memulihkan perekonomian di berbagai sektor.

“Kita harus segera memulihkan ekonomi. Kunci mengatasi COVID-19 adalah dengan tetap produktif. COVID-19 tidak menjadi alasan kita berhenti membenahi Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bea Cukai yang sudah inisiatif membangun National Logistic Ecosystem (NLE), sebuah ambisi memperbaiki Trading Across Border. NLE bukan pekerjaan sendiri, anda harus kolaborasi dengan pihak pemerintah dan pihak swasta. Integritas dan profesional menjadi kunci,” pungkas Sri.