+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Sosialisasi PMK 199 Bersama JNE Batam

Sosialisasi PMK 199 Bersama JNE Batam

Batam (23/01/2020)

Bea Cukai Batam terus sosialisasikan PMK 199 tentang Impor Barang Kiriman. Pagi ini, Bea Cukai Batam memberikan sosialisasi PMK 199 tentang Impor Barang Kiriman kepada Perusahaan Jasa Titipan, JNE di The Hill Hotel Batam yang dihadiri oleh Kepala Seksi Pabean dan Cukai I, Nanang Suko Sadono sebagai pemateri; Kepala Cabang JNE Batam, Arni dan para agen-agen JNE di Kota Batam. Acara ini merupakan inisiatif dari pihak JNE untuk memberikan pengetahuan tentang peraturan terbaru mengenai barang kiriman kepada para agen-agen JNE di kota  Batam.

Acara dibuka oleh Arni selaku Kepala Cabang JNE Batam dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dari adanya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan agen-agennya. “Saya harapkan kegiatan ini dapat mengedukasi para agen-agen kami sehingga dapat menjadi kepanjangan tangan Bea Cukai dalam mesosialisasikan peraturaan baru tersebut kepada masyarakat” ujarnya.

Selanjutnya pemaparan materi tentang PMK 199 Tahun 2019 tentang Impor Barang Kiriman oleh Kepala Seksi Pabean dan Cukai I, Nanang Suko Sadono kepada para agen agen JNE. Kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab yang berjalan dengan kondusif dan para peserta sangat antusias untuk bertanya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan perusahaan jasa titipan seperti JNE siap dalam hal teknis ketika peraturan tersebut sudah mulai berlaku 30 Januari 2020 nanti dan bisa membantu memberikan edukasi kepada masyarakat.

BAGAIMANA PERLAKUAN BARANG KIRIMAN DI BATAM??

BAGAIMANA PERLAKUAN BARANG KIRIMAN DI BATAM??

Batam (22/01/2020)
Pergi berlayar ke Pulau Bulan
Singgah sebentar di Pulau Layang
Peraturan barang kiriman diterbitkan
Industri dalam negeri InsyaAllah berkembang

Pagi ini pukul 09.00 WIB bertempat di aula lantai 3, Bea Cukai Batam bersama Tim Kantor Pusat DJBC dari Direktorat Teknis Kepabeanan dan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (IKC) mengadakan Sosialisasi dan Public Hearing Implementasi PMK Nomor 199 Tahun 2019 Tentang Impor Barang Kiriman kepada Asosiasi Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dan Agen-agen PJT yang berada di wilayah Kawasan Bebas Batam. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Pengawasan Kanwil DJP Kepri, Achmad Husni dan perwakilan dari KPP Madya Batam, KPP Pratama Batam Selatan, KPP Pratama Batam Utara.

Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata dan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan dari Dir. Teknis Kepabeanan DJBC, Fadjar Donny Tjahjadi. “Kami memberikan pemahaman bahwa kami, Bea Cukai membuat kebijakan itu (regulasi baru barang kiriman) tentu saja untuk kemaslahatan semua untuk mengatur keseimbangan satu dengan yang lain. Kami dari Kantor Bea Cukai Batam sejak awal Januari sudah intensif membahas bagaimana mengatasinya”, ujar Susila Brata.

“PMK Nomor 199 Tahun 2019 akan diberlakukan pada tanggal 30 Januari 2020, kegiatan ini kiranya dapat mengurangi miskomunikasi antara kita semua agar tidak mendapatkan informasi yang menyesatkan”, ucap Fadjar Donny Tjahjadi.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai PMK Nomor 199 Tahun 2019 oleh Kepala Seksi Pabean dan Cukai I, Nanang Suko Sadono dan penyampaian materi kedua mengenai sistem aplikasi barang kiriman oleh pejabat fungsional Direktorat IKC, Erwin Duadja. “ Terkait pengeluaran barang kiriman dari FTZ Batam terdapat ada 5 Kategori Barang Kiriman yang akan dikeluarkan ke Daerah Indonesia Lainnya, yaitu: 1. E-commerce/Umum (dipunggut Bea Masuk/BM dan PPN) 2. Produk Batam IKM (hanya dipungut PPN), 3. Barang Transit ( tidak dipunggut BM dan PPN), 4. Barang Retur ( tidak dipunggut BM dan PPN), dan 5. Personal Effect (tidak dipunggut BM dan PPN)” papar Nanang Suko Sadono.

Sosialisasi ini berjalan sangat kondusif dan dibuka sesi tanya jawab. Diskusipun berjalan interaktif dimana peserta memberikan pertanyaan substansial yang disampaikan kepada Tim Kantor Pusat DJBC. Kemudian diakhiri dengan penyerahan poster secara simbolis yang berisi ketentuan barang kiriman untuk dipasang di Kantor agen-agen PJT di wilayah Batam kepada Ketua Asperindo Batam dan Perwakilan PT. Pos Indonesia.

Bea Cukai Batam Sambangi Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Batam

Bea Cukai Batam Sambangi Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Batam

Batam (21/01/2020)

Pada Hari Selasa, tanggal 21/01/2020 Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, menyapa masyarakat Batam melalui siaran radio di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Batam 105,1 FM. Siaran kali ini untuk memberikan pemahaman mengenai aturan barang kiriman di kawasan bebas, seperti Batam. Diskusi kali ini dilakukan bersama Sekretaris Asperindo, Arif Budianto. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlakuan perpajakan di Batam. .
Mengenai aturan tersebut, Susila Brata menjelaskan bahwa aturan tersebut berlaku secara nasional. Untuk Batam pengenaan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dikenakan saat barang akan dikeluarkan dari Batam, hal itu dikarenakan saat pemasukan dari luar negeri belum dikenakan bea masuk dan pajak.

Kementerian Keuangan sebelumnya mengeluarkan aturan barang kiriman yaitu PMK Nomor 199 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Kepabenan, Cukai, dan Pajak atas Impor Barang Kiriman, yang salah satunya mengatur batasan nilai pengenaan barang kiriman dari luar negeri yang sebelumnya USD 75 menjadi USD 3 dengan pengenaan tarif tunggal yaitu 7,5% dengan PPN 10% sedangkan PPh dibebaskan. Khusus barang kiriman berupa sepatu, tas dan produk tekstil (garmen) dikenakan tarif yang berlaku umum sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Untuk barang kiriman berupa buku dibebaskan dari Bea Masuk, PPN dan PPh guna mendorong minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

Selamat Datang Pegawai OJT Bea Cukai Batam

Selamat Datang Pegawai OJT Bea Cukai Batam

Batam (16/12/2019)  –  Hari ini Bea Cukai Batam mengadakan acara Penyambutan dan Pengarahan Pegawai On Job Training (OJT) di Aula lantai 3 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Susila Brata, Kepala Kantor memberikan pengarahan kepada pegawai OJT sejumlah 69 orang yang merupakan lulusan Diploma I dan Diploma III PKN STAN.

Selanjutnya, Kepala Kantor memperkenalkan Para Pejabat di Lingkungan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Beliau menyampaikan bahwa terdapat 32 Pejabat yang terdiri dari 1 Kepala Kantor, 1 Kepala Bagian Umum, 6 Kepala Bidang, 4 Kepala Subbagian, dan 20 Kepala Seksi.

Dalam pengarahan, Susila Brata mengutip pidato Presiden saat pelantikan, “Salah satu lima poin penting untuk membuat Indonesia jadi maju adalah pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia). Saudara-saudara akan menjadi bagian dari bagian dari pembangunan SDM”. Dengan menjadi bagian dari pembangunan diharapkan seluruh pegawai OJT dapat menjalankan pekerjaan dengan amanah dan bertanggung jawab sampai menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Meskipun diusia muda kalian memiliki tanggung jawab dalam bekerja, di masa OJT Anda diminta bekerja bukan lagi seperti PKL. Saudara berbeda dengan teman-teman yang masih kuliah, jadi punya tanggung jawab berbeda. Waktu kuliah ujiannya saat UAS dan UTS, namun dalam bekerja ujiannya setiap hari”, kata Susila Brata.

“Saudara memasuki dunia kerja di lingkungan Kementerian Keuangan yang dinilai sangat baik kinerja, tata kelola oganisasi, dan SDM-nya” ujar Susila lagi. Oleh karena itu, seluruh pegawai OJT diajak untuk berbangga dengan prestasi tersebut sehingga bisa memicu prestasi lebih baik lagi ke depannya agar bea cukai makin baik, kemenkeu tepercaya, dan Indonesia maju.

Susila Brata berpesan,”Jika Menteri Keuangan mengatakan Jangan pernah lelah mencintai negeri ini, Saya berpesan Jangan pernah berhenti berpikir positif dan berperilaku positif”.

Acara dilanjutkan dengan penyematan Pin Integritas kepada perwakilan Pegawai OJT oleh Kepala Kantor. Acara ditutup dengan jabat tangan oleh para Pegawai OJT dengan Pejabat Bea Cukai Batam dan foto bersama.

Mengenal AEO Lebih Dekat

Mengenal AEO Lebih Dekat

Batam (11/12) — Bea Cukai Batam bekerja sama dengan Direktorat Teknis Kepabeanan mengadakan Focus Group Discussion (FGD): Dampak dan Benefit Authorized Economic Operator (AEO) di Wilayah Free Trade Zone Batam Bintan Karimun (BBK) yang berlangsung tanggal 10 dan 11 Desember 2019 bertempat di  Aula lantai 3 KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Pada hari pertama FGD diikuti oleh perwakilan pejabat dan pegawai dari Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun serta KPPBC TMP B Tanjung Pinang.

Acara dibuka oleh Setyadi Cahyadi, Kepala Bidang Kepatuhan Internal yang menyampaikan dengan adanya kegiatan FGD AEO ini dapat mengkalibrasi aturan yang ada di Kawasan Bebas dengan kemudahan yang didapat penerima fasilitas AEO agar tidak ada benturan antara keduanya. Dengan adanya diskusi ini diharapkan pada akhirnya fasilitas AEO tersebut dapat diterapkan oleh perusahaan yang berada di kawasan bebas ini.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Weko Loekitardjo, Kasubdit PP dan AEO; Asep Ajun Hudaya, Kasubdit Fasilitas Kawasan Khusus; dan Priyono Triatmojo, Kasubdit Peraturan. Materi yang disampaikan mengenai penerapan AEO di kawasan bebas Batam, prosedur mendapatkan fasilitas AEO, manfaat mendapatkan fasilitas AEO baik tangible maupun intangible benefit, serta testimoni dari perusahaan penerima fasilitas AEO di wilayah Batam.

Hari kedua FGD diikuti oleh perusahaan yang berada di wilayah Batam baik yang sudah mendapat fasilitas AEO maupun yang belum. Tujuannya diadakannya FGD bersama perusahaan adalah memberikan edukasi dan berdiskusi tentang fasilitas AEO. Dalam acara tersebut perusahaan yang telah mendapat fasilitas AEO juga memberikan testimoni terkait kemudahan proses bisnis yang didapat setelah mendapatkan fasilitas tersebut.

Authorized Economic Operator (AEO) atau Operator Ekonomi Bersertifikat adalah operator ekonomi yang mendapat pengakuan oleh DJBC sehingga mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu.

Bersama Kita Lawan Korupsi

Bersama Kita Lawan Korupsi

Batam (10/12/19) – Bea Cukai Batam mengadakan Sharing Session dalam rangka Hari Anti Korupsi 2019 yang tahun ini mengangkat tema “Bersama Melawan Korupsi Wujudkan Indonesia Maju”. Sharing Session ini diikuti oleh pejabat dan pegawai Bea Cukai Batam dan PSO BC Batam dengan menghadirkan narasumber Koordinator Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Handayani. Kegiatan dilakukan untuk memberikan edukasi terkait korupsi di Indonesia, bagaimana korupsi terjadi, kasus-kasus korupsi, dan langkah pemerintah dan KPK dalam memberantas korupsi.

Acara dibuka oleh Setyadi Cahyadi, Kepala Bidang Kepatuhan Internal yang mengingatkan kepada seluruh peserta untuk tidak melakukan tindakan korupsi sesuai dengan amanat Presiden saat pelantikan. “Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi” ujar Setyadi. Diharapkan juga kepada seluruh jajaran Bea Cukai Batam tetap menjaga integritas dan saling bahu membahu memberantas korupsi untuk mewujudkan Indonesia maju.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Handayani. “Memberantas korupsi bukan hanya tugas KPK, tapi juga tugas semua elemen bangsa” ujarnya. Dengan memberikan teladan, minimal memberikan edukasi kepada keluarga, rekan kerja, tetangga juga merupakan langkah kecil membantu pemerintah dalam memberantas korupsi. Handayani juga menyampaikan pada tahun 2018 IPK (Indeks Persepsi Korupsi) Indonesia mendapat skor 38, mendapat peringkat 89 dari 180 negara, dan peringkat 4 se-ASEAN. Maka, diharapkan seluruh masyarakat khususnya pegawai Bea Cukai Batam dapat terlibat dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Diakhir acara diumumkan pemenang lomba yang diadakan dalam rangka memperingati Hakordia 2019, seperti: lomba fotografi, lomba essai, dan lomba desain pin integritas. Acara ditutup dengan penampilan dari Teh O Band.

WhatsApp chat