+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Adanya Batam Logistic Ecosystem, Sri Mulyani Sampaikan Efisiensi Waktu Perizinan Usaha Dan Konsumsi Di Batam Menjadi 30 Menit

Adanya Batam Logistic Ecosystem, Sri Mulyani Sampaikan Efisiensi Waktu Perizinan Usaha Dan Konsumsi Di Batam Menjadi 30 Menit

Batam, (24/09/2020). Sri Mulyani dalam paparannya pada Konferensi Pers Bersama Ekosistem Logistik Nasional menyampaikan bahwa dengan adanya Batam Logistic Ecosystem (BLE), perizinan usaha dan konsumsi di Batam membutuhkan waktu validasi yang tadinya satu hari, ditargerkan menjadi 30 menit.

“Untuk perizinan dan konsumsi ini akan diintegrasikan sistem perizinan dan potong kuota antara CEISA FTZ milik Bea Cukai dan IBOOS milik BP Batam. Selama ini belum terintegrasi dan waktu validasinya satu hari, ditargetkan menjadi single submission dengan waktu validasi 30 menit, ini artinya secara persentase efisiensi waktunya mencapai 94% dengan estimasi dalam satu hari kerja selama 8 jam,” kata Sri Mulyani melalui siaran daring, Kamis (24/09/2020).

Sri menambahkan bahwa hal tersebut bisa terealisasi dengan adanya kebersamaan dan kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait, juga tak lupa sinergi dan dukungan dari para pelaku usaha dan bisnis.

“Dengan adanya kebersamaan dan kolaborasi ini, kami dari Pemerintah (sinergi K/L) di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi dan Kemenko Manves, akan terus lakukan penguatan dan evaluasi, juga dengan pelaku usaha dan bisnis akan kolaborasi dan sinergi, sehingga kita bisa membangun sistem logsitik yang baik,” tambah Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengharapkan bahwa dengan adanya penataan logistik nasional ini akan menjadikan Indonesia memiliki daya saing yang baik untuk berkompetisi dengan negara tetangga.

“Kita akan evaluasi dan kita sepakati timeplan, saya berterima kasih kepada K/L dan para pelaku usaha yang sudah masuk ke sistem ini, supaya kita bisa berkomitmen untuk menjadikan kita bersama-sama membangun daya kompetisi yang lebih baik,” pungkas Sri Mulyani.

Sebagai sebuah ekosistem, BLE sebagai bagian dari Ekosistem Logistik Nasional memerlukan partisipasi aktif semua entitas terkait logistik baik di lingkungan Pemerintah maupun para pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang bersama. Kesediaan setiap pihak untuk “mengorbankan” kepentingan sektoral sangat dibutuhkan demi tercapainya efisiensi logistik.

Bea Cukai Batam Berhasil Mengagalkan Penyulundupan Ribuan Butir Ekstasi

Bea Cukai Batam Berhasil Mengagalkan Penyulundupan Ribuan Butir Ekstasi

Batam (14/1) – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam melakukan kegiatan Konferensi Pers atas Hasil Penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) jenis Ekstasi oleh KPU Bea Cukai Batam (SBP-13/KPU.02/BD.06/2020) pada hari Kamis, 9 Januari 2020 pukul 09.00 WIB di Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay. Acara hari ini juga dihadiri dari beberapa instansi yaitu Polda Kepri,  Polresta Barelang, BNN Batam, Kejaksaan Negeri Batam, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, dan Pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Batam.

Penindakan tersebut dilakukan di Terminal Kedatangan Internasional Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Batam dengan barang bukti berupa 30.037 (tiga puluh ribu tiga puluh tujuh) butir pil ekstasi dan 31,7 (tiga puluh satu koma tujuh) gram ekstasi yang disembunyikan di dalam 11 (sebelas) bungkusan makanan oleh Sdr. J (WNI / Laki-laki / 28 tahun). Acara konferensi pers ini dipimpin oleh Susila Brata, Kepala Kantor Bea Cukai Batam yang menjelaskan kronologis kejadian atas penindakan tersebut. Kejadian ini bermula saat petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay mencurigai salah seorang penumpang di pemeriksaan x-ray Terminal Kedatangan Internasional. Kecurigaan tersebut muncul berdasarkan hasil citra x-ray yang menunjukkan keganjilan pada barang bawaan penumpang tersebut. Kemudian penumpang tersebut dibawa ke Hanggar Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan bersama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri.

“Tindakan selanjutnya adalah yang bersangkutan dengan barang yang dibawa ke Kantor sini (Bea Cukai Batam) dari Pelabuhan Harbour Bay untuk dilakukan pemeriksaan bersama-sama dengan teman-teman dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, dan di situ kedapatan barang ekstasi yang dicampur dengan barang-barang berupa makanan ringan dengan jumlah 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang dikemas dalam 11 kemasan makanan ringan”, jelas Susila.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada pihak Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau khususnya Direktorat Reserse Narkoba untuk ditindaklanjuti. Hal ini merupakan bentuk sinergi antar instansi dalam melindungi masuknya barang ilegal seperti narkoba masuk ke Indonesia.

“Hal ini membuktikan bahwa kita (Bea Cukai) terus bersinergi yang kuat baik dengan Polda Kepri khususnya Direktorat Narkoba, BNN Provinsi Kepri, juga dari Polresta Barelang terkait dengan penindakan Narkotika. Dan pastinya dilanjutkan dengan teman-teman dari Kejaksaan Negeri terkait proses hukumnya. Kami juga melakukan profiling terhadap penumpang dan awak sarana pengangkut khususnya Kapal Ferry dengan Kantor Imigrasi yang nantinya akan terintegrasi secara nasional”, tambah Susila.

Diharapkan dengan adanya penindakan ini, semua orang yang berniat untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum akan jera dan berpikir untuk melakukan perbuatan penyelundupan ataupun perbuatan yang akan merugikan masyarakat.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dapat dikenakan tuntutan pasal 112 ayat (2), 113 ayat (2) dan / atau pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda maksimum Rp10.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ditambah dengan 1/3 (sepertiga).

Bea Cukai Batam Musnahkan BMN Hasil Tegahan

Bea Cukai Batam Musnahkan BMN Hasil Tegahan

Batam (19/12) — Pagi ini Bea Cukai Batam menggelar press conference pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai di halaman depan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Acara ini dihadiri oleh Kepala KPU BC Batam, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan, Kasubdit Peraturan Direktorat Keberatan Banding Dan Peraturan, Pejabat dan perwakilan dari Komisi XI DPR RI, Kanwil Khusus DJBC Kepri, Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum KP DJBC, Kanwil DJP Kepri, Kanwil DJPb Kepri, KPKNL Batam, Kapolda Kepri, Kejaksaan Batam, BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kepri, Imigrasi Batam, dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Batam.

Pemusnahan BMN dilakukan terhadap hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 yg telah diselesaikan administrasinya, dan telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Menteri Keuangan.

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan Sudarto dalam sambutan mengatakan,” Adapun barang-barang yang dimusnahkan yaitu: Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau dari berbagai jenis dan merek sebanyak 7.983.382 batang, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 1536 botol dan 456 kaleng, Alat Komunikasi dari berbagai jenis dan merek sebanyak 2429 pcs dan aksesoris handphone berbagai jenis dan merk sebanyak 848 pcs, alat kesehatan dari berbagai jenis dan merk sebanyak 3802 pcs, dan 439 koper/bale/koli/pcs ballpress dan barang lain-lain dalam jumlah kecil dengan perkiraan nilai total barang sebesar Rp 7.358.772.120,- dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp 2.569.133.271,-.”

Selanjutnya beliau menyampaikan,”Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak, sekali lagi ini adalah hasil kerja sama semua pihak”.

Barang-barang tersebut ditegah dikarenakan melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan pada Pasal 53 (4) jo. Pasal 68 (1a) “barang yang dilarang atau dibatasi yang tidak  diberitahukan atau  diberitahukan tidak benar”, Pasal 68 (1b) jo. Pasal 77 (1) “barang dan/atau sarana  pengangkut yang ditegah oleh pejabat BC”, dan Pasal 69 (c) “barang yang  dikuasai negara  yang merupakan  barang larangan atau pembatasan”.

Achmad Hatari, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI menambahkan,”Bea Cukai Batam berhasil melakukan penindakan terhadap sejumlah barang-barang yang tidak dapat diedarkan di pasaran, ini merupakan satu prestasi yang luar biasa. Kami mengapresiasi kerja sama yang solid dan kami berharap kegiatan kepabeanan di Batam terus dilakukan untuk menambah penerimaan negara”.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Pemusnahan BMN oleh perwakilan tamu undangan masing-masing satker. Kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan BMN. Pemusnahan yang dilaksanakan di KPU BC Batam untuk semua barang tegahan kecuali ballpress, pemusnahan ballpress dilakukan di Tanjung Uncang. Tamu undangan yang hadir ikut berpartisipasi dalam pemusnahan BMN dengan terlebih dahulu mengenakan perlindungan berupa masker dan sarung tangan yang telah disediakan. Pemusnahan dimulai dengan menyalakan tongkat obor untuk memusnahkan rokok ilegal dan dilanjutkan dengan pemusnahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), alat komunikasi handphone serta aksesorisnya, dll menggunakan alat berat.

Bea Cukai Batam Menggelar Pemusnahan Arsip

Bea Cukai Batam Menggelar Pemusnahan Arsip

Indah sekali kulit rusa,
Bermain di taman berbatu-batu.
Kasih Ibu sepanjang masa,
Takkan musnah ditelan waktu

Kasih Ibu memang takkan musnah ditelan waktu tapi eeiiitss…. kalo arsip harus musnah dong kalau sudah waktunya.

Batam (12/12) – Hari ini Bea Cukai Batam melaksanakan pemusnahan arsip yang terdiri dari 5.688 bundel arsip substantif dan 149 bundel arsip fasilitatif. Pemusnahan dilakukan terhadap dokumen yang sudah melampaui jangka waktu penyimpanan pengelolaan kearsipan dan sudah tidak memiliki nilai guna.

Acara dibuka oleh Susila Brata, Kepala Kantor dengan mengundang Wahjudi Adrijanto, Kepala Bagian Umum Sekretariat DJBC bersama tim di Ruang Rapat Batam, KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. Pemusnahan arsip ini juga merupakan salah satu cara suatu instansi negara untuk menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi-informasi penting lainnya. Selain itu pemusnahan juga dilakukan untuk menghemat penggunaan prasaran atau tempat penyimpanan arsip.

Selanjutnya, seluruh rombongan pejabat dan perwakilan pegawai yang mengikuti acara pemusnahan arsip menuju ke PT. Octavia Mandiri, Tanjung Sengkuang untuk melaksanakan dan menyaksikan pemusnahan arsip. Pelaksanaan pemusnahan arsip ini dilakukan atas kerjasama dengan pihak ketiga dengan cara dipress yang kemudian akan dijual, yang mana hasil penjualan atas barang tersebut akan disetorkan ke kas negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain dengan cara tersebut di atas, pemusnahan arsip bisa juga dilakukan dengan dibakar, dikubur, pulping, dihancurkan dengan menggunakan bahan kimia, atau cara lain yang memenuhi kriteria pemusnahan. Acara ditutup dengan penandatangan Berita Acara Pemusnahan.

BEA CUKAI INDONESIA-MALAYSIA BERSINERGI BERANTAS PENYELUNDUPAN

BEA CUKAI INDONESIA-MALAYSIA BERSINERGI BERANTAS PENYELUNDUPAN

Batam (8/8) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) secara kontinyu bersinergi dalam melakukan pengawasan di kawasan Selat Malaka. Sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, potensi pelanggaran di wilayah tersebut kerap terjadi, sehingga dibutuhkan extra effort dalam mencegah kemungkinan terjadinya tindakan penyelundupan di wilayah tersebut.


Untuk mengantisipasi tindak penyeludupan, DJBC dan JKDM mengambil langkah taktis dan sinergis yaitu melaksanakan Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) ke-25. Upacara pembukaan Patkor Kastima ke-25 berlangsung di Pelabuhan Bintang 99, Batam. Patkor Kastima merupakan salah satu bentuk nyata DJBC untuk melaksanakan Instruksi Presiden Republik Indonesia dan sebagai salah satu program peningkatan pengawasan yang merupakan bagian dari Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai. Pelaksanaan operasi kali ini juga merupakan hasil dari evaluasi pelaksanaan Patkor Kastima Ke-24 tahun lalu yang menghasilkan efek positif, tidak hanya dari segi jumlah dan jenis tangkapan, namun juga meningkatkan kerja sama instansi kepabeanan kedua negara.


“Melaluli bilateral meeting, kita akan perluas semua perbatasan (pengawasan). Kita tak hanya fisik, kita exchange melalui sistem, dengan sistem akan lebih efektif dalam memberantas penyelundupan” kata Heru Pambudi selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Heru menyampaikan bahwa Patkor Kastima ini sebagai momentum bagi DJBC dan JKDM untuk terus menggempur para penyelundup yang dengan berbagai modus terus berusaha melakukan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai di wilayah kedua negara. Pertukaran data by system antara DJBC dan JDKM terus intensif dilakukan untuk saling bertukar informasi terkait adanya potensi penyelundupan.


Juga untuk meningkatkan pengawasan, DJBC bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mewajibkan bagi semua jenis kapal yang berlayar di wilayah Indonesia untuk mengaktifkan AIS (Automatic Identification System). Kewajiban mengaktifkan AIS bagi seluruh kapal ini dituangkan dalam PM-7 Tahun 2019 tanggal 20 Februari 2019, dan mulai berlaku efektif tanggal 20 Agustus 2019.
Terhadap penyelundupan narkotika selalu menjadi hal yang paling utama pada Patkor Kastima disamping penyelundupan lainnya. Heru Pambudi menyampaikan permasalahan narkotika menjadi masalah besar dikedua negara, seperti diketahui tahun 2018 DJBC dan JKDM berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkotika dengan jumlah yang hampir sama yaitu seberat total sekitar 4 ton.


Diujung penyampaiannya, Heru Pambudi menghimbau kepada masyarakat agar tidak sekali-kali membeli dan mengkonsumi barang ilegal. “Dimana ada permintaan, disitu penyelundup ada” ucap Heru.

Dalam Sehari Bea Cukai Batam Menggagalkan Dua Upaya Penyelundupan Sabu

Dalam Sehari Bea Cukai Batam Menggagalkan Dua Upaya Penyelundupan Sabu

Batam (16/05/2019), Bea Cukai Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba berupa sabu seberat 219 gram dan 1520 gram. Masing-masing barang tersebut bertujuan akhir di Lombok dan Balikpapan. Kedua upaya tersebut digagalkan oleh petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap calon penumpang Pesawat Lion Air. Dari kecurigaan ini, petugas akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap kedua penumpang tersebut. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sabu seberat 219 gram dibawa oleh tersangka berinisial H (39 Tahun), sementara sabu seberat 1520 gram dibawa oleh tersangka berinisial R G yang masing-masing ditemukan di dubur dan koper. Dari hasil pengujian awal dengan NIK, diidentifikasikan kedua barang tersebut merupakan Methamphetamine / Sabu.

Terhadap Tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut.

WhatsApp chat