+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Bea Cukai Batam Berhasil Mengagalkan Penyeludupan Narkoba di Bandara Hang Nadim

Bea Cukai Batam Berhasil Mengagalkan Penyeludupan Narkoba di Bandara Hang Nadim

Batam, 20/02/20 – Bea Cukai Batam kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu (methamphetamin) sebanyak 303 gram dari seorang calon penumpang pesawat dengan inisial FE yang akan bertolak menuju Surabaya pada hari Kamis lalu (20/02) di Bandara Hang Nadim.

Penindakan ini bermula dari informasi Bea Cukai Tanjung Mas yang telah bersinergi dengan BNNP Jawa Tengah bahwa terdapat penumpang maskapai yang diduga akan membawa sabu.

Atas informasi tersebut, petugas Bea Cukai yang bertugas di Bandara Hang Nadim langsung melakukan pemeriksaan mendalam terhadap calon penumpang FE mulai dari barang yang dibawa hingga melakukan rontgen pada badan FE di RS Awal Bros.

Dari hasil pemeriksaan rontgen, didapati 3 (tiga) benda asing menyerupai kapsul yang disimpan dalam dubur FE, dan kapsul tersebut adalah Sabu (Methamphetamine) sebanyak 303 gram. Selanjutnya FE dan barang bukti diserahkan ke BNNP Kepri untuk proses lebih lanjut.

Penggagalan ini merupakan salah satu upaya Bea Cukai dalam menjaga masyarakat dari beredarnya barang-barang terlarang yang bisa membahayakan dan merugikan generasi penerus bangsa.

Bea Cukai Batam mengagalkan penyeludupan Sabu pada Barang Kiriman

Bea Cukai Batam mengagalkan penyeludupan Sabu pada Barang Kiriman

Batam, 12/02/20 – Bea Cukai Batam berhasil mengamankan 2 (dua) bungkus  plastik bening berisi Methamphetamine dengan modus disembunyikan di dalam tas sebanyak 205,1 (dua ratus lima koma satu) gram di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Pukadara Pranaperkasa pada Hari Rabu lalu (12/02).

” Penindakan ini bermula pada pukul 11.50 WIB atas kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap 1 (satu) karung barang kiriman (berisi beberapa paket) dengan tujuan Jakarta Selatan berdasarkan hasil citra X-ray. Kemudian dilakukan pemeriksaan atas karung tersebut dan kedapatan sebuah paket tersebut berisi tas yang didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik berisi butiran kristal diduga methamphetamine.” ungkap Susila Brata selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam.

Selain itu, petugas Bea Cukai juga mengamankan bukti berupa 1 (satu) buah CN/Resi no 150220002758320, Pengirim a.n SHINTA, Penerima a.n DIANA. Pihak Pengirim dan Penerima barang yang tertera dalam resi barang kiriman tidak bisa dikonfirmasi, mengingat nomor telepon dan alamat yang tertera dalam resi tersebut tidak bisa dihubungi.

Selanjutnya barang tersebut dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap barang bukti selanjutnya diserahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau untuk proses penanganan lebih lanjut.

Atas tangkapan narkotika tersebut, Bea Cukai menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi barang impor maupun barang kiriman.

Bea Cukai Batam Musnahkan BMN Hasil Tegahan

Bea Cukai Batam Musnahkan BMN Hasil Tegahan

Batam (19/12) — Pagi ini Bea Cukai Batam menggelar press conference pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai di halaman depan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Acara ini dihadiri oleh Kepala KPU BC Batam, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan, Kasubdit Peraturan Direktorat Keberatan Banding Dan Peraturan, Pejabat dan perwakilan dari Komisi XI DPR RI, Kanwil Khusus DJBC Kepri, Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum KP DJBC, Kanwil DJP Kepri, Kanwil DJPb Kepri, KPKNL Batam, Kapolda Kepri, Kejaksaan Batam, BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kepri, Imigrasi Batam, dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Batam.

Pemusnahan BMN dilakukan terhadap hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 yg telah diselesaikan administrasinya, dan telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Menteri Keuangan.

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan Sudarto dalam sambutan mengatakan,” Adapun barang-barang yang dimusnahkan yaitu: Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau dari berbagai jenis dan merek sebanyak 7.983.382 batang, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 1536 botol dan 456 kaleng, Alat Komunikasi dari berbagai jenis dan merek sebanyak 2429 pcs dan aksesoris handphone berbagai jenis dan merk sebanyak 848 pcs, alat kesehatan dari berbagai jenis dan merk sebanyak 3802 pcs, dan 439 koper/bale/koli/pcs ballpress dan barang lain-lain dalam jumlah kecil dengan perkiraan nilai total barang sebesar Rp 7.358.772.120,- dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp 2.569.133.271,-.”

Selanjutnya beliau menyampaikan,”Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak, sekali lagi ini adalah hasil kerja sama semua pihak”.

Barang-barang tersebut ditegah dikarenakan melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan pada Pasal 53 (4) jo. Pasal 68 (1a) “barang yang dilarang atau dibatasi yang tidak  diberitahukan atau  diberitahukan tidak benar”, Pasal 68 (1b) jo. Pasal 77 (1) “barang dan/atau sarana  pengangkut yang ditegah oleh pejabat BC”, dan Pasal 69 (c) “barang yang  dikuasai negara  yang merupakan  barang larangan atau pembatasan”.

Achmad Hatari, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI menambahkan,”Bea Cukai Batam berhasil melakukan penindakan terhadap sejumlah barang-barang yang tidak dapat diedarkan di pasaran, ini merupakan satu prestasi yang luar biasa. Kami mengapresiasi kerja sama yang solid dan kami berharap kegiatan kepabeanan di Batam terus dilakukan untuk menambah penerimaan negara”.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Pemusnahan BMN oleh perwakilan tamu undangan masing-masing satker. Kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan BMN. Pemusnahan yang dilaksanakan di KPU BC Batam untuk semua barang tegahan kecuali ballpress, pemusnahan ballpress dilakukan di Tanjung Uncang. Tamu undangan yang hadir ikut berpartisipasi dalam pemusnahan BMN dengan terlebih dahulu mengenakan perlindungan berupa masker dan sarung tangan yang telah disediakan. Pemusnahan dimulai dengan menyalakan tongkat obor untuk memusnahkan rokok ilegal dan dilanjutkan dengan pemusnahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), alat komunikasi handphone serta aksesorisnya, dll menggunakan alat berat.

Bea Cukai Batam Kembali Menangkap 2.291 gram Narkoba

Bea Cukai Batam Kembali Menangkap 2.291 gram Narkoba

Batam (07/04/2019) – Bea Cukai Batam kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba berupa sabu seberat 2.291 gram. Upaya tersebut digagalkan oleh petugas Bea Cukai di Bandara Hang Nadim Batam.


(Foto Tersangka Tarmizi (29 Tahun)

Sabu seberat 1.132 gram dibawa oleh tersangka atas nama Tarmizi (29 Tahun). Dan sabu seberat 1.159 gram dibawa oleh tersangka atas nama Munzirin (33 Tahun). Keduanya membawa barang terlarang tersebut didalam tas ransel. Saat dimasukan ke tas, barang haram itu dibungkus secara rapi yakni dengan plastik dan kertas karbon.

(Foto Barang Bukti)

Pelaku pertama ditangkap di check point 1 jalur merah dan pelau kedua ditangkap saat berada di ruang tunggu bandara. Kedua tersangka tersebut berasal dari Aceh dengan tujuan penerbangan akhir ke Lombok, namun transit terlebih dahulu di Batam. Karena kasus ini, tersangka kemudian diserahkan ke BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Bea Cukai Batam Amankan Dua Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

Bea Cukai Batam Amankan Dua Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

Batam (30/11) Bea Cukai Batam telah berhasil mengamankan dua penyelundupan sabu di Bandara Hang Nadim. Penyelundupan pertama dilakukan oleh pria yang berinisial WP, narkoba tersebut disembunyikan di dalam celana dalam yang dipakai WP. Setelah dilakukan pengujian kedapatan barang tersebut adalah Methamphetamine dengan berat brutto 134 gram. Hasil tes urine yang bersangkutan positif menggunakan sabu. Tersangka kemudian dibawa ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk proses lebih lanjut dan kemudian diserahkan ke Ditres Narkoba Polda Kepri. Oleh Ditres Narkoba Polda Kepri dilakukan pengembangan dan ditemukan tersangka ternyata melakukan modus swallower, dan menjadi akhirnya barang bukti bertambah menjadi 3 kapsul = 191 Gram Methampetamine / sabu-sabu.

Penyelundupan kedua dilakukan oleh wanita yang berinisial J, narkoba tersebut disembunyikan di celana dalam dan bra yang dipakai tersangka , berupa 5 bungkus plastik yang diduga Methamphetamine dan setelah dilakukan pengujian kedapatan barang tersebut positif Methamphetamine dengan berat brutto 849 gram. Hasil tes urine yang bersangkutan negatif menggunakan sabu. Tersangka kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk proses lebih lanjut dan selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke DitRes Narkoba POLDA Kepri.

Bea Cukai Batam Dan Avsec Kembali Menggagalkan Penyelundupan Narkotika

Bea Cukai Batam Dan Avsec Kembali Menggagalkan Penyelundupan Narkotika

Batam (19/10) Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkotika di Bandara Hang Nadim, Batam. Berawal dari Petugas Avsec melakukan pemeriksaan pada alat pemindai terhadap seorang calon penumpang berinisial SS  yang berumur 27 tahun dengan pesawat tujuan Surabaya.

Dari pengamatan Petugas Avsec, calon penumpang tesebut nampak seperti menyembunyikan  sesuatu di selangkangan. Karenanya Petugas Avsec Melakukan pemeriksaan badan kepada penumpang tesebut dan ditemukan adanya bungkusan mencurigakan di sekitar selangkangan. Atas hal tesebut dilakukan pemeriksaan lanjutan bersama petugas bea cukai.

Dari Hasil pemeriksaan lanjutan kedapatan bahwa calon penumpang tsb membawa 2 bungkus plastik bening yang diduga Meth Amphetamine Dengan berat bruto 425 gram.  Atas temuan tesebut Petugas Bea Cukai membawa tersangka beserta barang bukti ke KPU BC Tipe B Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah pemeriksaan dilakukan, Petugas Bea Cukai menyerahkan tersangka dan barang bukti  ke Kepolisian Resor Kota Barelang.

WhatsApp chat