+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id
Bea Cukai Batam dan KSOP Batam Tingkatkan Koordinasi Terkait Implementasi BLE

Bea Cukai Batam dan KSOP Batam Tingkatkan Koordinasi Terkait Implementasi BLE

Batam, (24/09/2020). Bea Cukai Batam sebagai inisiator Batam Logistic Ecosystem (BLE) melakukan kunjungan ke KSOP Batam, Rabu (23/09/2020). Kunjungan tersebut untuk berkoordinasi dan mengevaluasi terkait implementasi BLE. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala Seksi Layanan Informasi Undani, Kepala Seksi Administrasi Manifes Wahyu Setiaji, dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai II Isa Ramadhan.

Sanggam Marihot selaku Kepala KSOP Batam menerima langsung rombongan Bea Cukai Batam. Sanggam didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut serta Tata Kelola Kepelabuhanan Rudi Abisena dan Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Tohara.

“Terima kasih atas kunjungan yang dilakukan Bea Cukai Batam ke KSOP. Ini sebuah inisiatif yang bagus dari Bea Cukai untuk proaktif melakukan kunjungan ke instansi yang berhubungan dengan BLE seperti KSOP. Kesempatan yang baik ini bisa kita maksimalkan untuk saling bertukar informasi dan bisa saling memahami tusi, sehingga nantinya implementasi BLE bisa sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk penataan logistik di Batam. Kami sangat mendukung adanya BLE,” tutur Sanggam Marihot dalam pembukaannya.

Kepala Seksi Layanan Informasi Undani menyampaikan bahwa Bea Cukai Batam dan KSOP Batam adalah dua unsur penting yang berkaitan dengan kegiatan logistik di Batam, untuk itu menurutnya koordinasi ini penting dilakukan agar tercipta sinergi yang baik.

“Kunjungan ini kami harapkan dapat menjadi kesempatan kami untuk makin memahami tugas dan fungsi dari KSOP. Sehingga nantinya dalam implementasi BLE tidak hanya dapat memuaskan publik, namun juga tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” pungkas Undani.

BLE sebagai bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) merupakan upaya pemerintah pusat dalam memulihkan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. BLE adalah suatu platform yang dikembangkan dalam rangka penataan logistik di Batam dan diharapkan BLE dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya. Dalam proyeksinya, BLE akan mengintegrasikan berbagai entitas pemerintahaan dan pelaku usaha.

Meskipun Beda Platform, Bea Cukai Batam dan RRI Batam Berkomitmen Melayani Publik

Meskipun Beda Platform, Bea Cukai Batam dan RRI Batam Berkomitmen Melayani Publik

Batam, (22/09/2020). Kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Batam Arlin Setyaningsih dan Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) M. Rizki Baidillah sepakat bahwa RRI dan Bea Cukai merupakan institusi yang berkomitmen melayani publik, namun dalam pelaksanaannya menyesuaikan tugas dan fungsi masing-masing institusinya.

“Tugas kita melayani publik, beda platform aja sih pak. Saya harapkan kita bisa bersinergi. Media (RRI) punya negara monggo dimanfaatkan untuk berbagi informasi ke publik,” kata Arlin saat menerima kunjungan Bea Cukai Batam di Kantor RRI Batam, Gedung Graha Pena Batam Center, Selasa (22/09/2020).

Sepakat dengan Arlin, Rizki menyampaikan bahwa di samping media internal, media massa seperti RRI Batam sangat dibutuhkan untuk mempublikasikan kinerja dan program Bea Cukai Batam.

“Apalagi sekarang dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kami aktif mengunjungi para pelaku usaha untuk memberikan asistensi dan menyerap masukan atau keluhan yang dialami. Sosialisasi juga terus kami lakukan untuk mengedukasi masyarakat. Fasilitas fiskal yang disiapkan pemerintah juga harus diketahui masyarakat. Nah, hal-hal seperti ini apabila dipublikasikan dengan baik maka akan menimbulkan optimisme di tengah masyarakat, apalagi saat ini pandemi Covid-19 belum usai,” kata Rizki.

Bea Cukai sebagai institusi pemerintah yang diberikan amanah sebagai trade facilitator, industrial assistance, community protector sekaligus revenue collector membutuhkan peran media massa untuk menyampaikan informasi secepatnya kepada pengguna jasa dan masyarakat luas.

Terima Kunjungan Bea Cukai Batam, Pemred Batam Pos: Bea Cukai Adalah Institusi Vital Di Batam

Terima Kunjungan Bea Cukai Batam, Pemred Batam Pos: Bea Cukai Adalah Institusi Vital Di Batam

Batam, (22/09/2020). Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa Bea Cukai merupakan sebuah institusi pemerintahan yang sangat vital di Batam, karena Batam merupakan kota perdagangan dan industri, ditambah dengan status Batam sebagai Free Trade Zone.

“Kalau kita lihat, Bea Cukai ini cukup berperan di Batam. Kegiatan perdagangan di situ ada peran Bea Cukai, sehingga Bea Cukai ini berpengaruh dalam kegiatan perekonomian di Batam,” ucap Iqbal.

Masih menurut Iqbal dibutuhkan peran serta humas di Bea Cukai Batam, karena humaslah yang akan menyampaikan kepada masyarakat terkait program kerja, peraturan baru, prestasi, ataupun hal lainnya. Hal tersebut ia sampaikan dalam kesempatan kunjungan yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam ke Batam Pos pada Selasa (22/09/2020).

“Saya paham bagaimana kondisi di lapangan. Bea Cukai butuh peran media. Juga Bea Cukai kami tau memang harus selektif. Namun perlu, Bea Cukai membuka diri kepada media yang identitasnya jelas. Media mainstream yang terdaftar di Dewan Pers,” ujar Iqbal.

Menanggapi Iqbal, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi M. Rizki Baidillah menyampaikan bahwa media massa memiliki peran penting dalam meneruskan pemberitaan yang berkaitan dengan kinerja institusi pemerintahan seperti Bea Cukai.

“Kami mohon kerjasama dari Bapak dan Ibu sekalian. Kami masih berusaha membangun kehumasan kami. Kita berusaha untuk tingkatkan terus segala hal di kami. Semoga perubahan ini bisa baik untuk masyarakat,” ucap Rizki.

Senada dengan Rizki, Undani selaku Kepala Seksi Layanan Informasi menyampaikan bahwa ke depan butuh kerjasama di bidang pelatihan jurnalistik dengan melibatkan pihak Batam Pos sebagai narasumbernya.

“Kami sudah pernah membahas di internal, ke depan kita butuh pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kualitas pemberitaan. Narasumber bisa dari Batam Pos untuk pelatihannya,” kata Undani.

Kunjungan ini dilakukan oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi M. Rizki Baidillah bersama Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Zulfikar Islami dan Kepala Seksi Layanan Informasi Undani. Kunjungan dilakukan dalam rangka mempererat hubungan antara Bea Cukai Batam dan Media Massa Batam Pos.

Pangkas Devisa Luar Negeri, Bea Cukai Batam Dukung Pengembangan KEK Batam Aero Technic

Pangkas Devisa Luar Negeri, Bea Cukai Batam Dukung Pengembangan KEK Batam Aero Technic

Batam Aero Technic (BAT) siap menjadi pusat Industri Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) terkemuka di Indonesia maupun dunia. Kehadiran KEK BAT diharapkan mampu memangkas devisa 65 sampai dengan 70 persen dari kebutuhan perawatan pesawat maskapai penerbangan nasional yang nilainya mencapai 26 triliun rupiah terus mengalir ke luar negeri.

BAT telah mendapat rekomendasi untuk ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam bersama dengan Nongsa Digital Park (NDP) dari Dewan Nasional KEK pada Sidang Dewan Nasional KEK Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Penetapan KEK akan memberikan banyak insentif bagi industri tekait berupa keringanan perpajakan dan bea masuk, kemudahan perizinan, dan percepatan lalu lintas barang.

Bea Cukai Batam lakukan kunjungan lokasi ke Batam Aero Technic (BAT) di Kecamatan Nongsa, Batam untuk melakukan asistensi terkait fasilitas yang akan diperoleh oleh KEK BAT di bidang kepabeanan dan cukai. Kunjungan kali ini merupakan rangkaian asistensi Bea Cukai Batam terhadap industri yang ditetapkan sebagai KEK baru yang berada di Batam.

“Kami mengharapkan dukungan dan asistensi dari Bea Cukai agar kegiatan industri BAT bisa berkembang sesuai harapan.” – ucap Redy, Direktur Pengawas BAT

Batam Aero Technic (BAT) merupakan salah satu industri pesawat terbang yang bergerak di bidang Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) di Indonesia. Saat ini BAT hanya melayani pesawat-pesawat milik maskapai Lion Air Group. BAT menargetkan pembangunan Kawasan Khusus Dirgantara di Batam akan selesai pada tahun 2030 dan mampu menyerap 9.976 tenaga kerja baru. Investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan BAT mencapai 6,2 triliun rupiah. Kawasan seluas 30 hektare ini akan terus dikembangkan hingga mampu menampung 53 pesawat sekaligus. Tak hanya milik Lion Air Group, tetapi pesawat milik maskapai lain dari dalam negeri maupun maskapai dari luar negeri.

\

Bea Cukai Batam Dukung Kemajuan Industri Pariwisata dan Digital

Bea Cukai Batam Dukung Kemajuan Industri Pariwisata dan Digital

Dalam mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di Batam, Bea Cukai Batam lakukan kunjungan lapangan ke PT Taman Resor Internet (TAMARIN) sebagai pengelola Nongsa Digital Park (NDP). Kunjungan ini bertujuan untuk membuka forum diskusi antara pengusaha dengan Bea Cukai Batam yang memiliki kewenangan dalam bidang Kepabeanan dan Cukai terkait fasilitas yang diperoleh KEK.

NDP berada di Kawasan Wisata Pantai Nongsa Batam seluas 166,45 hektare dengan total investasi sebesar 16 triliun rupiah. Pembangunan KEK ini ditargetkan akan menjadi penggerak roda perekonomian daerah. Tak hanya pariwisata, sesuai namanya yaitu Nongsa Digital Park, KEK baru ini juga menjadi lokasi pengembangan industri digital yang akan banyak menyerap tenaga kerja milenial sebagai talenta muda yang kreatif di bidang animasi dan perfilman. Di dalam wilayah KEK baru juga terdapat penginapan mewah, lapangan golf, studio animasi dan taman wisata pantai.

“KEK ini nantinya akan menjadi wilayah pengembangan pariwisata Batam berbasis teknologi, seperti penggabungan antara KEK Singhasari di Malang dan KEK Mandalika.” – kata Peter Vincen Direktur PT TAMARIN

Pembangunan KEK baru ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2039 melalui 3 tahap pembangunan yang dimulai sejak tahun 2020. Infrastruktur seperti jaringan telekomukasi, air bersih dan listrik yang baik juga telah disiapkan guna menjadi KEK percontohan dalam skala nasional.

Pemulihan Ekonomi Nasional bersama PT. Infineon

Pemulihan Ekonomi Nasional bersama PT. Infineon

Batam (09/09) – Bea Cukai Batam kembali mengadakan Customs Visit Customer (CVC) yang merupakan program rutin untuk mengetahui proses bisnis maupun kendala-kendala yang dialami oleh perusahaan terkait pada hari Selasa (08/09). Selain itu, CVC juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Bea Cukai Batam.

Di tengah pandemi saat ini, Bea Cukai Batam berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke PT Infineon Technologies Batam dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Aldrin selaku Head of Logistic PT Infineon mengatakan bahwa mereka sejauh ini sangat memerlukan dukungan dari Bea Cukai Batam dalam meningkatkan kegiatan ekspor dan iklim investasi. “Kami memerlukan saran dan masukan dari Bea Cukai Batam terkait usaha kami dalam meningkatkan kegiatan ekspor kami melalui investasi,” tutur Aldrin.

Menanggapi hal tersebut, M. Rizki Baidillah selaku Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi menegaskan jika Bea Cukai Batam sangat mendukung hal tersebut. “Tentu kami akan sangat mendukung usaha PT Infineon dalam meningkatkan kegiatan ekspor dan mendukung pengembangan investasi PT Infineon di Indonesia,” ujar Rizki.

Kegiatan Customs Visit Customer ini merupakan wujud nyata dari kepedulian Bea Cukai Batam dalam menjalin komunikasi yang baik dengan stakeholder. Di tengah pandemi Covid-19 ini, Bea Cukai Batam tetap berperan aktif dalam usaha Pemulihan Ekonomi Nasional melalui kegiatan Ekspor.

WhatsApp chat