Bea Cukai Batam Tegah 117 Gram Sabu yang Disimpan di Pakaian Dalam

BATAM (11/10/2020). Pandemi COVID-19 tidak melunturkan komitmen dan semangat Bea Cukai Batam sebagai Community Protector dalam rangka melindungi masyarakat dari keluar dan masuknya barang-barang ilegal, termasuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP).

“Minggu, 11 Oktober 2020, sekitar pukul 07.05 WIB, petugas Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan terhadap dua orang calon penumpang yang terlihat mencurigakan ketika akan lewat x-ray di Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional Hang Nadim. Dua calon penumpang tersebut, pria inisial AS (36 tahun) dan wanita inisial TR (29 tahun),” ucap Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi M. Rizki Baidillah.

Sempat menghindari pemeriksaan oleh petugas, keduanya digiring ke Hanggar Bea Cukai untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan badan, ditemukan satu buah bungkusan di dalam pakaian dalam (bra) TR. TR mengakui bahwa bungkusan tersebut berisi metamphetamine/sabu,” kata Rizki.

Selanjutnya, kedua calon penumpang dilakukan tes urine dengan hasil keduanya positif mengkonsumsi metamphetamine. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, keduanya dibawa ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.

“Dilakukan pemeriksaan terhadap bungkusan tersebut, teridentifikasi bahwa bungkusan tersebut berisi metamphetamine/sabu seberat 117 gram, dengan nilai barang diperkirakan Rp234.000.000,00 (dua ratus tiga puluh empat juta rupiah),” pungkas Rizki.

Untuk proses lebih lanjut, tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, dengan Berita Acara Serah Terima Nomor BA-21/KPU.02/BD.06/NPP/2020 tanggal 11 Oktober 2020.