Bea Cukai Batam Sukses Laksanakan Piloting Layanan Single Submission (SSm) Pengangkut di Batam

Batam (23/11) – Dalam rangka mendukung pengimplementasian Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan National Logistics Ecosystem (NLE), Bea Cukai Batam adakan piloting layanan Single Submission (SSm) Pengangkut pada 17 November 2021.

Berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Manifest, Wahyu Setiaji, kegiatan ini menghasilkan satu transaksi perdana atas transaksi yang dilakukan oleh agen pengangkut Jaticatur Niaga Trans.

“Terdapat empat aspek yang diperhatikan saat piloting SSm Pengangkut ini. Pengajuan RKSP dan inward manifest, pengajuan izin dari karantina (COP), pengajuan warta kedatangan kapal, dan pengajuan perizinan imigrasi. Secara umum semuanya berjalan lancar meskipun terdapat beberapa catatan,” jelas Wahyu.

SSm Pengangkut ini tujuannya untuk menyediakan sistem/ fasilitas yang memungkinkan para agen pengangkut melakukan proses clearance di seluruh satuan kerja di pelabuhan melalui satu sistem/ satu pintu. Sehingga dengan satu kali pengiriman superset data, mereka telah menyelesaikan kewajibannya tanpa dilakukan pengiriman secara berulang.

Keberhasilan pelaksanaan layanan SSm Pengangkut menjadi indikator atas capaian dari adanya Batam Logistics Ecosystem (BLE). Tercatatnya transaksi perdana menambah lagi deretan layanan-layanan yang sudah disimplifikasikan sebelumnya, yaitu layanan STS-FSU dan layanan kolaborasi perizinan antara Bea Cukai Batam dan BP Batam.

Tujuan adanya simplifikasi antar layanan pemerintah untuk mempermudah pengguna jasa dalam menyampaikan dokumen permohonan perizinan antar kementerian atau lembaga yang ada di Batam. Dalam hal ini Bea Cukai Batam, KSOP Batam, BP Batam, Imigrasi Batam dan Karantina Batam.

Kepala Seksi Dukungan Teknis, Hery Rusdaman mengatakan bahwa pelaksanaan layanan SSm Pengangkut ini harus didukung oleh seluruh stakeholder. Seluruh pemangku kepentingan harus berkomitmen dalam menyukseskan program ini. Sehingga mampu menurunkan cost of logistics dan memperbaiki alur logistik di Indonesia. 

“Kami juga berharap dukungan dari Lembaga National Single Window untuk dapat terus berkoordinasi dengan para stakeholder yang ada di Batam. Harapannya program ini dapat dikenal luas dan dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna jasa,” tutur Hery.