+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id

Batam (21/01/2020)

Pada Hari Selasa, tanggal 21/01/2020 Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, menyapa masyarakat Batam melalui siaran radio di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Batam 105,1 FM. Siaran kali ini untuk memberikan pemahaman mengenai aturan barang kiriman di kawasan bebas, seperti Batam. Diskusi kali ini dilakukan bersama Sekretaris Asperindo, Arif Budianto. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlakuan perpajakan di Batam. .
Mengenai aturan tersebut, Susila Brata menjelaskan bahwa aturan tersebut berlaku secara nasional. Untuk Batam pengenaan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dikenakan saat barang akan dikeluarkan dari Batam, hal itu dikarenakan saat pemasukan dari luar negeri belum dikenakan bea masuk dan pajak.

Kementerian Keuangan sebelumnya mengeluarkan aturan barang kiriman yaitu PMK Nomor 199 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Kepabenan, Cukai, dan Pajak atas Impor Barang Kiriman, yang salah satunya mengatur batasan nilai pengenaan barang kiriman dari luar negeri yang sebelumnya USD 75 menjadi USD 3 dengan pengenaan tarif tunggal yaitu 7,5% dengan PPN 10% sedangkan PPh dibebaskan. Khusus barang kiriman berupa sepatu, tas dan produk tekstil (garmen) dikenakan tarif yang berlaku umum sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Untuk barang kiriman berupa buku dibebaskan dari Bea Masuk, PPN dan PPh guna mendorong minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

WhatsApp chat