Bea Cukai Batam Musnahkan BMN Hasil Tegahan

Batam (19/12) — Pagi ini Bea Cukai Batam menggelar press conference pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai di halaman depan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Acara ini dihadiri oleh Kepala KPU BC Batam, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan, Kasubdit Peraturan Direktorat Keberatan Banding Dan Peraturan, Pejabat dan perwakilan dari Komisi XI DPR RI, Kanwil Khusus DJBC Kepri, Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum KP DJBC, Kanwil DJP Kepri, Kanwil DJPb Kepri, KPKNL Batam, Kapolda Kepri, Kejaksaan Batam, BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kepri, Imigrasi Batam, dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Batam.

Pemusnahan BMN dilakukan terhadap hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 yg telah diselesaikan administrasinya, dan telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Menteri Keuangan.

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Kementerian Keuangan Sudarto dalam sambutan mengatakan,” Adapun barang-barang yang dimusnahkan yaitu: Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau dari berbagai jenis dan merek sebanyak 7.983.382 batang, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 1536 botol dan 456 kaleng, Alat Komunikasi dari berbagai jenis dan merek sebanyak 2429 pcs dan aksesoris handphone berbagai jenis dan merk sebanyak 848 pcs, alat kesehatan dari berbagai jenis dan merk sebanyak 3802 pcs, dan 439 koper/bale/koli/pcs ballpress dan barang lain-lain dalam jumlah kecil dengan perkiraan nilai total barang sebesar Rp 7.358.772.120,- dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp 2.569.133.271,-.”

Selanjutnya beliau menyampaikan,”Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak, sekali lagi ini adalah hasil kerja sama semua pihak”.

Barang-barang tersebut ditegah dikarenakan melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan pada Pasal 53 (4) jo. Pasal 68 (1a) “barang yang dilarang atau dibatasi yang tidak  diberitahukan atau  diberitahukan tidak benar”, Pasal 68 (1b) jo. Pasal 77 (1) “barang dan/atau sarana  pengangkut yang ditegah oleh pejabat BC”, dan Pasal 69 (c) “barang yang  dikuasai negara  yang merupakan  barang larangan atau pembatasan”.

Achmad Hatari, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI menambahkan,”Bea Cukai Batam berhasil melakukan penindakan terhadap sejumlah barang-barang yang tidak dapat diedarkan di pasaran, ini merupakan satu prestasi yang luar biasa. Kami mengapresiasi kerja sama yang solid dan kami berharap kegiatan kepabeanan di Batam terus dilakukan untuk menambah penerimaan negara”.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Pemusnahan BMN oleh perwakilan tamu undangan masing-masing satker. Kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan BMN. Pemusnahan yang dilaksanakan di KPU BC Batam untuk semua barang tegahan kecuali ballpress, pemusnahan ballpress dilakukan di Tanjung Uncang. Tamu undangan yang hadir ikut berpartisipasi dalam pemusnahan BMN dengan terlebih dahulu mengenakan perlindungan berupa masker dan sarung tangan yang telah disediakan. Pemusnahan dimulai dengan menyalakan tongkat obor untuk memusnahkan rokok ilegal dan dilanjutkan dengan pemusnahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), alat komunikasi handphone serta aksesorisnya, dll menggunakan alat berat.