Bea Cukai Batam, BP Batam dan KSOP Batam Dorong Pembentukan Kawasan Pabean di Laut Pertama di Indonesia

Rabu (21/10) – Bea Cukai Batam melaksanakan rapat koordinasi bersama BP Batam dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dengan mengundang perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran (20/10). Rapat tersebut membahas terkait kawasan pabean yang akan dijadikan sebagai tempat kegiatan STS (ship to ship) dan FSU (floating storageunit) oleh perusahan terkait.

“Tentunya Bea Cukai siap fasilitasi perusahaan yang mengajukan kawasan pabean untuk melaksanakan kegiatan STS dan FSU, namun perusahaan terkait juga harus memastikan bahwa mereka sudah memenuhi ketentuan dari instansi terkait lainnya seperti BP Batam dan KSOP,” ujar Susila Brata, Kepala Kantor Bea Cukai Batam.

Susila Brata juga menyampaikan, bahwa dukungan pelaku usaha melalui pemenuhan syarat dan ketentuan akan mencegah dampak-dampak yang tidak diharapkan ke depannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa Bea Cukai membutuhkan bantuan semua pihak agar fasilitas yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tentunya kami akan melakukan survei ke perusahaan terkait apabila mereka mengajukan untuk melaksanakan kegiatan, baik dari segi keselamatan maupun keamanan, apabila memang sudah memenuhi maka kami bisa memberikan rekomendasi ke Bea Cukai untuk difasilitasi,” ujar Nelson Idris, selaku Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.

Dalam rapat kali ini, pihak Bea Cukai Batam juga sangat berterima kasih terkait koordinasi yang selama ini berjalan dengan baik antara BP Batam, KSOP Khusus Batam dan pelaku usaha yang sudah memenuhi ketentuan. Bea Cukai Batam akan terus menjaga koordinasi bersama seluruh pihak yang terlibat dengan selalu mempertimbangkan kepentingan bersama.