+62 778 - 429 446 Info.bcbatam@customs.go.id

Batam (14/1) – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam melakukan kegiatan Konferensi Pers atas Hasil Penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) jenis Ekstasi oleh KPU Bea Cukai Batam (SBP-13/KPU.02/BD.06/2020) pada hari Kamis, 9 Januari 2020 pukul 09.00 WIB di Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay. Acara hari ini juga dihadiri dari beberapa instansi yaitu Polda Kepri,  Polresta Barelang, BNN Batam, Kejaksaan Negeri Batam, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, dan Pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Batam.

Penindakan tersebut dilakukan di Terminal Kedatangan Internasional Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Batam dengan barang bukti berupa 30.037 (tiga puluh ribu tiga puluh tujuh) butir pil ekstasi dan 31,7 (tiga puluh satu koma tujuh) gram ekstasi yang disembunyikan di dalam 11 (sebelas) bungkusan makanan oleh Sdr. J (WNI / Laki-laki / 28 tahun). Acara konferensi pers ini dipimpin oleh Susila Brata, Kepala Kantor Bea Cukai Batam yang menjelaskan kronologis kejadian atas penindakan tersebut. Kejadian ini bermula saat petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay mencurigai salah seorang penumpang di pemeriksaan x-ray Terminal Kedatangan Internasional. Kecurigaan tersebut muncul berdasarkan hasil citra x-ray yang menunjukkan keganjilan pada barang bawaan penumpang tersebut. Kemudian penumpang tersebut dibawa ke Hanggar Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan bersama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri.

“Tindakan selanjutnya adalah yang bersangkutan dengan barang yang dibawa ke Kantor sini (Bea Cukai Batam) dari Pelabuhan Harbour Bay untuk dilakukan pemeriksaan bersama-sama dengan teman-teman dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, dan di situ kedapatan barang ekstasi yang dicampur dengan barang-barang berupa makanan ringan dengan jumlah 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang dikemas dalam 11 kemasan makanan ringan”, jelas Susila.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada pihak Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau khususnya Direktorat Reserse Narkoba untuk ditindaklanjuti. Hal ini merupakan bentuk sinergi antar instansi dalam melindungi masuknya barang ilegal seperti narkoba masuk ke Indonesia.

“Hal ini membuktikan bahwa kita (Bea Cukai) terus bersinergi yang kuat baik dengan Polda Kepri khususnya Direktorat Narkoba, BNN Provinsi Kepri, juga dari Polresta Barelang terkait dengan penindakan Narkotika. Dan pastinya dilanjutkan dengan teman-teman dari Kejaksaan Negeri terkait proses hukumnya. Kami juga melakukan profiling terhadap penumpang dan awak sarana pengangkut khususnya Kapal Ferry dengan Kantor Imigrasi yang nantinya akan terintegrasi secara nasional”, tambah Susila.

Diharapkan dengan adanya penindakan ini, semua orang yang berniat untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum akan jera dan berpikir untuk melakukan perbuatan penyelundupan ataupun perbuatan yang akan merugikan masyarakat.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dapat dikenakan tuntutan pasal 112 ayat (2), 113 ayat (2) dan / atau pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda maksimum Rp10.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ditambah dengan 1/3 (sepertiga).

WhatsApp chat