Bea Cukai Batam Berhasil Capai Target Penerimaan Bea Keluar Hingga 266,07% di Tahun 2020

Pada tahun 2020 Bea Cukai Batam berhasil lampaui target penerimaan Bea Keluar hingga dua kali lipat lebih. Target yang semula ditetapkan sebesar Rp. 10,68 miliar berhasil dilampaui sebesar Rp. 17,74 miliar. Dengan capaian tersebut Bea Cukai Batam berhasil mengumpulkan penerimaan Bea Keluar dengan total sebesar Rp. 28,43 miliar atau sebesar 266,07% dari target yang telah ditetapkan.

“Kami laporkan bahwa penerimaan Bea Keluar pada tahun 2020 mencapai 266,07% atau sebesar Rp. 28,43 miliar. Pada akhir periode 2020 atau bulan Desember, kita berhasil menambah penerimaan Bea Keluar sebesar Rp. 14,71 miliar dikarenakan adanya kenaikan harga referensi Crued Palm Oil (CPO) sebesar 11,70%,” jelas Akbar saat melaporkan Laporan Evaluasi Penerimaan Tahunan.

Penerimaan Bea Keluar sendiri bersumber dari kegiatan ekspor CPO di wilayah kerja Bea Cukai Batam. Di sepanjang tahun 2020 terdapat sembilan perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut penyumbang Bea Keluar terbesar adalah PT Musim Mas yaitu sebesar Rp. 16,70 miliar.

Tercapainya target penerimaan Bea Keluar pada tahun 2020 tentu sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan Bea Keluar di tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 1,32 juta. Hal ini membuktikan bahwa pandemi tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan asistensi kepada perusahaan khususnya yang bergerak di bidang ekspor.

Keberhasilan Bea Cukai Batam dalam mengumpulkan penerimaan Bea Keluar di tengah pandemi menjadi titik terang bagi industri di bidang ekspor. Berbagai bentuk asistensi bagi perusahaan di bidang ekspor akan terus dilakukan agar terciptanya potensi-potensi ekspor yang baru.

Bea Cukai Batam terus berkomitmen penuh dalam melakukan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai, baik di bidang impor maupun ekspor yang ada di wilayah kerja Bea Cukai Batam. Segala bentuk peluang untuk membantu perkembangan industri terus dilakukan. Hal ini semata-mata dilakukan demi pulihnya kembali perekonomian negara.