Bea Cukai Batam Berhasil Amankan 18 Kg Sabu dan 30 Ribu Butir Ekstasi Selama Tahun 2020

Batam, (13/10/2020). Bea Cukai Batam selalu berkomitmen untuk melaksanakan tugas sebagai Community Protector dalam rangka melindungi masyarakat dari keluar dan masuknya barang-barang ilegal, termasuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP).

Terbukti, selama tahun 2020, Bea Cukai Batam sudah melakukan penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) sebanyak 36 (tiga puluh enam) kasus.

“Untuk penindakan NPP, Bea Cukai Batam telah melakukan penindakan sebanyak 36 kali. Rinciannya, metamphetamine/sabu sebanyak 18,05 Kg, ekstasi sebanyak 30 ribu butir dan 31,7 gram,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi M. Rizki Baidillah.

Rizki menambahkan, atas 36 (tiga puluh enam) penindakan NPP tersebut, KPU BC Batam telah melimpahkan kasus tersebut ke BNN Kepri, Polda Kepri, dan Polresta Barelang.

“Untuk pelimpahan ke BNN Kepri sebanyak 5.797,7 gram sabu, Polda Kepri sebanyak 1.368,1 gram sabu dan 30.039 butir dan 31,7 gram ekstasi, dan ke Polresta Barelang sebanyak 10.888,1 gram sabu,” ujar Rizki.

Tiga kasus terakhir terjadi di Bandar Udara Internasional Hang Nadim.

“Dari total 36 kasus tersebut, kasus ke-35 dan ke-36 terjadi di Terminal Keberangkatan Domestik Hang Nadim,” ucap Rizki.

Kasus ke-36 terjadi pada Minggu (11/10/2020), petugas Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan terhadap dua orang calon penumpang yang terlihat mencurigakan ketika akan lewat x-ray di Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional Hang Nadim.

“Sempat menghindari pemeriksaan oleh petugas, pria inisial AS (36 tahun) dan wanita inisial TR (29 tahun) digiring ke Hanggar Bea Cukai untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rizki.

Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan badan, ditemukan satu buah bungkusan metamphetamine/sabu di dalam pakaian dalam (bra) TR.

“Selanjutnya, kedua calon penumpang dilakukan tes urine dengan hasil keduanya positif mengkonsumsi metamphetamine. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, keduanya dibawa ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam,” ujar Rizki.

Dilakukan pemeriksaan terhadap bungkusan tersebut, teridentifikasi bahwa bungkusan tersebut berisi metamphetamine/sabu seberat 117 gram, dengan nilai barang diperkirakan Rp234.000.000,00 (dua ratus tiga puluh empat juta rupiah).

Kasus ke-35 terjadi pada Rabu (09/09/2020), pelaku inisial S (23) dan LEA (27) mencoba menyelundupkan sabu dengan modus memasukkan ke dalam anus.

“Modus penyelundupan sabu dengan memasukkannya ke dalam anus kembali terjadi. Pelaku inisial S dan LEA merupakan calon penumpang JT 970 tujuan Surabaya, dari Surabaya lanjut JT 642 tujuan Lombok. Tersangka memanfaatkan situasi saat itu yang masih pagi, sekitar pukul lima pagi tersangka ini lewat x-ray, Alhamdulillah petugas kita tidak lengah,” ujar Rizki.

Petugas Bea Cukai Batam mencurigai gerak-gerik pelaku ketika akan memasuki pemeriksaan x-ray.

“Petugas melihat pelaku ini mencurigakan, akhirnya pelaku diajukan pertanyaan, karena keterangannya berbelit-belit ya petugas bawa ke Pos. Dilakukan tes urine, ternyata positif konsumsi sabu pelaku tersebut,” tambah Rizki.

Selanjutnya, pada pukul 07.29 WIB keduanya dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross untuk dilakukan scan radiologi, dengan hasil terdapat dua bungkus berbentuk kapsul yang dimasukkan ke dalam anus calon penumpang tersebut.

“Setelah di scan, dari tersangka S terdapat dua bungkus berbentuk kapsul, dan tersangka LEA terdapat satu bungkus berbentuk kapsul. Dua bungkus seberat 306 gram, dan yang satu bungkus seberat 110 gram,” ungkap Rizki.

Total nilai barang dari penegahan tersebut diperkirakan mencapai Rp832.000.000,00 (delapan ratus tiga puluh dua juta rupiah.