MENKO LUHUT: Cost Efisiensi dari Batam Logistic Ecosystem (BLE) capai 1,5 T

Batam (25/09) – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan 3 (tiga) catatan kecil selama menangani National Logistics Ecosystem (NLE) ini pada konferensi pers bersama Ekosistem Logistik Nasional secara daring, Kamis (24/09).

Catatan pertama yang disampaikan Luhut adalah cost efisiensi dari NLE yang cukup besar sebesar Rp 1,5 triliun (hanya dari daerah Batam). Dengan adanya NLE ini, transaksi dapat dilakukan hanya dengan satu layanan saja dari 17 transasksi layanan yang harus dilalui para eksportir dan importir.

“saya kira ini merupakan suatu langkah yang sangat spektakular. Setelah NLE ini jadi, langkah kedua adalah langkah yang paling penting yaitu bagaimana eksekusinya. Dan saya harap agar semua pemangku kepentingan dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, Pelindo II dan semua pihak-pihak yang terlibat harus duduk bersama,” ujar Luhut.

Luhut juga menambahkan bahwa hal ini diharapkan bukan hanya omongan di kertas saja melainkan perlu pengawasan untuk lebih lanjut. Selanjutnya, Luhut juga menyampaikan rencana pemerintah yaitu menjadikan Pelabuhan Batu Ampar menjadi Green Port pertama di Indonesia, agar bisa sejajar dengan Singapura.

Terakhir, Luhut juga ingin agar permasalahan TKBM (Tenaga Kinerja Bongkar Muat) harus dituntaskan, dan dikelola menjadi lebih modern.

Luhut menyampaikan bahwa hal yang paling penting adalah segera mengeksekusi dan dilakukan pengawasan terkait NLE ini. Selain mengefisiensi biaya dan proses logistik, penerapan BLE ini  akan mendorong investasi di Indonesia dan akan memberikan dampak yang baik untuk penerimaan negara.

“Batam sendiri akan berdampak pada investasi kira-kira sebesar Rp 5 triliun dan juga akan kita dibenahi seluruh perkapalan di Batam dan Bintan untuk mendorong investasi serta nantinya akan dilakukan tank cleaning di lego jangkar agar kebersihan lingkungan laut kita jadi terkendali,” ucap Luhut.