Barang Kiriman Penyumbang Kedua Penerimaan Bea Cukai Batam

Batam (22/1) Tutup tahun 2020, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan penerimaan negara yang luar biasa. Capaian Rp301,48 miliar dari target RP265,12 miliar atau 113,72% menjadi bukti bahwa Bea Cukai Batam tidak mengendurkan semangat meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19. Penerimaan Bea Cukai Batam terdiri dari penerimaan bea masuk, bea keluar dan cukai.

Untuk penerimaan bea masuk, Bea Cukai Batam mengumpulkan nilai yang fantastis, Rp257,29 miliar dengan target Rp236,37 miliar atau 106,66% berhasil dikumpulkan selama tahun 2020.

“Terimakasih atas kerja keras, meskipun di tengah pandemi, saya sangat mengapresiasi kinerja teman-teman sehingga bisa mencapai capaian penerimaan yang fantastis di tahun 2020 ” ungkap Akbar Harfianto selaku Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan.

Akbar juga menjelaskan terkait dokumen penyumbang bea masuk hingga Desember 2020:

  • Dokumen PPFTZ-01 sebesar Rp111, 51 M (43,34%),
  • Consignment Note (Dokumen Barang Kiriman) sebesar Rp99,87 M (38,82%),
  • PIB sebesar Rp32,61 (12,68%) dan
  • Dokumen Lainnya Sebesar Rp13,30 M (5,17%)

Selain itu terdapat perusahaan dengan penyumbang bea masuk terbesar selama tahun 2020. Perusahaan Duta Niaga Logistik yang bergerak di bidang pengiriman barang mencatatkan sebagai penyumbang terbesar bea masuk dengan capaian Rp45,95 miliar.

“Barang kiriman masih menunjukkan tren yang positif, meskipun dengan penerapan Peraturan Menteri Keuangan nomor 199 tahun 2019 aktivitas pengiriman barang masih dalam tren yang positif dengan menyumbangkan penerimaan yang besar,” pungkas Akbar.

Tahun 2020 merupakan tahun pertama implementasi peraturan menteri keuangan tersebut. Meskipun sempat mengalami penurunan pengiriman barang keluar Batam, namun menjelang akhir tahun pengiriman barang kiriman kembali normal sehingga penerimaan tidak mengalami penurunan.

Keberhasilan yang telah didapat ini tidak akan membuat Bea Cukai Batam berpuas diri. Semangat untuk terus berkembang dan memperbaiki diri akan tetap tinggi, sehingga dapat memberikan kemudahan pelayanan dan meningkatkan pengawasan dalam kegiatan kepabenan dan cukai.