Bantu Pembiayaan UKM, Indonesia Eximbank Gandeng Bea Cukai Batam

Batam (06/11) – Indonesia Eximbank gandeng Bea Cukai Batam untuk mendukung percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pertemuan kedua instansi di bawah Kementerian Keuangan itu diadakan di Ruang Rapat Batam Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai, Kamis (05/11/2020).

Indonesia Eximbank atau LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) mempunyai mandat untuk mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui penyaluran fasilitas pembiayaan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi. Hal tersebut sesuai dengan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang tertuang dalam KMK Nomor 372/KMK.08/2020.

“Menteri Keuangan berpesan untuk bersinergi dengan Bea Cukai karena salah satu gerbang ekspor adalah Bea Cukai dan kami mohon bantuannya terkait data-data UKM yang ada di Batam sepanjang memenuhi kriteria tersebut” ucap Miko Mahendra, Kepala Kantor Pemasaran Indonesia Eximbank Cabang Batam.

Adapun kriteria UKM yang dapat mengakses pembiayaan yakni memiliki usaha produktif berorientasi ekspor baik direct maupun indirect (tier 1), memiliki kegiatan Usaha minimal 2 (dua) tahun dan menyampaikan Laporan Keuangan 2 tahun terakhir, serta badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun tidak berbentuk badan hukum, termasuk perorangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Alokasi dana PKE terkait dengan program PKE UKM minimal sebesar IDR 500 Milyar dan terdapat opsi untuk menambah alokasi dana PKE UKM sampai dengan IDR 1 T.

Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Batam, Susila Brata berharap pertemuan ini akan membawa sinergi yang baik untuk ke depannya. Susila juga menambahkan bahwa sebelum adanya bencana Covid-19, Bea Cukai Batam sudah melakukan beberapa kegiatan untuk memperhatikan pelaku UKM yang dimulai pada Tahun 2018 hingga sekarang, yaitu kegiatan Gathering Eksportir Jilid I dan II, Customs Visit Customers (CVC), dan melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

“kami tidak berhenti di situ saja untuk memfasilitasi pelaku UKM, untuk itu kami siap membantu LPEI dalam program ini sehingga produk Indonesia diharapkan benar-benar mampu memenuhi permintaan pasar ekspor.” pungkas Rizki Baidillah selaku Kepala Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi.